KOTA YOGYAKARTA, wartaintegritas.com – Jackie Chan ternyata belum habis. Itulah kesan pertama yang saya tangkap ketika menonton The Shadow’s Edge. Meski terbilang sudah masuk fase lansia, aktor gaek berusia 71 tahun itu masih mampu berakting dengan prima di bawah arahan Larry Yang, sutradara yang juga pernah bekerja sama dengan Jackie di film Ride On (2023). Jadi, film ini berkisah tentang apa? Apakah cenderung bikin bosan karena durasi 2 jam 20 menit dari film ini?
Jawabannya: tidak! Sama sekali tidak! Sejak awal, film ini langsung ngegas dengan adegan kejar-kejaran antara petugas kepolisian Makau dan sekelompok kriminal muda, yang dikomandoi oleh seorang bernama Shadow (Tony Leung Ka-Fai). Teknologi tinggi Sky-Eye yang dipakai oleh polisi, juga dapat diakali dengan mudah oleh kompolotan kriminal itu, yang tak cuma jago melarikan diri, tapi juga jago berkelahi, menyamar, bahkan bisa membuat mobil yang terpantau oleh sistem AI “menghilang” karena tak terlihat di lapangan!
Kegagalan menangkap komplotan penjahat ini pun lantas direspons dengan memanggil kembali Wong Tak-chung (Jackie Chan), seorang pensiunan polisi, agar membantu mengungkap dan menangkap dalang kejahatan itu. Wong pun menyanggupi, dengan syarat ia diizinkan membentuk tim baru dari unit kepolisian, supaya aksi pengintaian mereka tidak terbongkar oleh komplotan Shadow, pimpinan kelompok yang susah dilacak, teliti, kejam, dan jago berkelahi itu.
Setelah melakukan pelatihan singkat, dimulailah pembagian tugas pengintaian, sampai akhirnya keberadaan Shadow terdeteksi di salah satu pasar, yang segera terkonfirmasi oleh tim, berkat kecerdikan He Qiuguo (Zifeng Zhang). Selanjutnya, misi pengejaran semakin intens sampai akhirnya setelah terlibat pertempuran sengit, yang sampai meluluhlantakkan markas kepolisian Makau, Wong pun terlibat duel satu lawan satu melawan Shadow, sebagai klimaks dari film bergenre drama-aksi-kriminal ini.
Keren! Top! Itulah kesan setelah menonton film Jackie Chan yang satu ini. Durasi 2 jam 20 menit tak terlihat membosankan, karena rangkaian adegan demi adegan dikemas dengan ciamik, bagai seorang chef meramu makanan, lalu menghidangkan di layar lebar. Kombinasi aktor gaek (Jackie Chan dan Tony Leung) dan aktor-aktor muda, termasuk Wen Junhui (Jun), salah satu anggota K-Pop Seventeen juga sukses diramu dengan baik. Jalan cerita yang menarik, aksi berkelahi ala Jackie Chan berpadu dengan pertarungan brutal dari Tony Leung Ka-Fai, dan ledakan di sana-sini dapat membuat mata tak sempat berkedip selama The Shadow’s Edge tersaji di depan mata. Nilainya? The Shadow’s Edge sangat pantas dapat nilai (9/10) dan sebaiknya jangan sampai Anda lewatkan!
Oleh: Widodo S.P.
















