Kokurikuler SMAN 1 Ambarawa, Script to Screen: Eksplorasi Karakter Melalui Sinematografi

Pendidikan10 Dilihat

KAB. SEMARANG – wartaintegritas.com – Mampukah dalam tiga hari, murid mendapatkan pelatihan pembuatan film dan dalam waktu yang singkat itu mereka bisa memprodusi film mereka?  Jawabannya sangat bisa!

Murid kelas XI SMA N 1 Ambarawa, Senin 21 – Rabu 23 September 2026 yang baru lalu mendapatkan pelatihan pembuatan film pendek dari ISI Yogyakarta.  Murid kelas XI yang memfokuskan kegiatan kokurikuler pada cinematografi selama tiga hari itu mendapatkan pelajaran berharga dari para tutor terkait pembuatan film pendek.  Pada Senin 21 September Mereka mendapatkan materi mengenai Produksi Dasar Film.  Usai mendapatkan materi tersebut murid dengan kelas masing-masing membuat film pendek.  Kelas yang dibagi menjadi 2 kelompok kecil berisi 12 murid ini diberi kesempatan untuk  memiliki peran dalam memproduksi sebuah film pendek sebagai  Produser, Sutradara, Penulis Skenario, Kameramen, Editor, Sound Recordist, Talent, Wardrobe+Make Up, dan lain-lain.

Pada Selasa 22 September, peserta didik kembali menuju kelas masing-masing, berkelompok dalam kelompok besar dan masuk tahap Pra-Produksi meliputi penyempurnaan sinopsis, naskah, storyboard, dan jadwal produksi. (LKPD 2 Storyboard + LKPD 3 Jadwal Produksi). Peserta didik masuk tahap Produksi meliputi proses pengambilan gambar, pengambilan suara, dll sesuai dengan pembagian tugas masing-masing.  Peserta didik tidak diperkenankan mengambil gambar di luar area sekolah selama jam pembelajaran berlangsung.

Pada Rabu 23 September, peserta didik melanjutkan tahap Pasca-Produksi meliputi penyuntingan video, penambahan audio, musik, teks, serta penyempurnaan hasil akhir Film Pendek. Peserta didik menyelesaikan tahap Pasca-Produksi.

Dalam pembuatan film itu, mereka dipesan untuk menuliskan pesan apa yang ingin disampaikan melalui Film Pendek yang akan dibuat.  Kemudian setelah itu mereka diminta mengirimkan ke sebuah link yang nantinya ada pihak ISI yang menilai karya-karya mereka.  Memang akhirnya seperti pada sebuah lomba, dipilihlah Juara 1, 2, dan 3!

Saat nonton film pendek di ISI (Foto: Aula)

Kamis 24 September, peserta didik bersama dengan guru, Kepala Sekolah, Pejabat Dinas Pendidikan, dan Komite dengan naik bus mereka pergi kunjungan dengan istilah Outing Class ke ISI Yogyakarta.  Dalam kunjungan tersebut, para peserta didik mendapatkan penilaian hasil karya film pendek mereka.  Dipilihlah dari 11 karya menjadi 3 besar dengan sebutan Juara 1, Juara 2, dan Juara 3.

Juara 1 adalah film pendek karya kelas XI.6 Kelompok A  (Kelompok 1 dan 5) yang berjudul: Satu Putaran Lagi.  Film ini bercerita tentang kegagalan pencapaian seorang pelari yang tiba-tiba saja membuat semangatnya menjadi terhenti.  Tetapi atas dorongan teman-temannya, maka pelari yang bernama Huga itu kemudian mencoba berlatih kembali.  Berkat ketekunannya dalam berlatih, maka saat kejuaraan, dia bisa memenangkan di sebuah kejuaraan, ia menjadi juara 1.

Teks perenungan di akhir film: Terkadang yang harus kita kalahkan bukan kawan di lintasan, tetapi rasa takut untuk mencoba lagi.

Sebagai Sutradara film ini: Bilqis Aqila, Raitsa Hanifa, Sinematografi: Raka Kynan Bachtiar, Sevtiana Dhea Putri Rahmandani, Aktor: Muhammad Al Farizi, Moch Huga Aswangga Prakosa, Rafa Zakin Oka Pratama, Penulis Naskah: Almira Hasya Ghassanni.

Para guru di studio Gamplong Hanung Bramantyo (Foto: Zain)

Juara 2 adalah film pendek karya kelas XI.5 Kelompok B (Kelompok 3 dan 5) yang berjudul: Misteri Bangku Belakang.  Film ini bercerita tentang sebuah bangku yangterbilang angker terletak di belakang kelas.  Bangku ini tidak ada yang berani menempati karena ada cerita bahwa orang yang duduk di bangku ini akan mendengar suara-suara yang memanggil yang tidak jelas arahnya.  Di samping itu beredar cerita bahwa anak yang pernah menempati bangku ini tiba-tiba menghilang. 

Dari penyelidikan di perpustakaan  dan telpon kepada seorang alumni yang pernah berada di kelas itu, 3 orang siswa,  menemukan fakta bahwa anak yang dikabarkan hilang itu ternyata pindah sekolah karena pekerjaan orang tuanya.  Selain itu, mereka menemukan fakta bahwa suara-suara yang terdengar memanggil itu sebenarnya suara orang dari koriodor sekolah.  Saat kelas kosong, suara-suara itu jelas akan masuk ke kelas.

Teks perenungan di akhir film: Tidak semua yang terdengar misterius membutuhkan rasa takut, beberapa hanya membutuhkan seseorang yang mau mencari tahu.

Sutradara film ini: Adian Fairuz, Assisten Sutradara: Pramatatya, Editor: Annajwa Sidny K, Sevina Ayu  S, Kameramen: Abna Winahyu I, Irsyad Danish M, Pemeran Utama:  Deo Nur C (Reno), Khairun Nisa (Akira), Mutia Eka P (Maya), Wardrobe & Make Up: Azka Marietha P, Kartini Gita A, Zahdari Vanno M.

Juara 3 adalah film pendek karya kelas XI.1 Kelompok B yang berjudul The Eraser. Film ini bercerita tentang sebuah alat penghapus (eraser) yang bisa menghapus kesalahan atau cerita yang terjadi di masa lampau.  Pemeran utama Rohan, yang seharusnya memiliki nilai kurang, bisa menghapus nilai itu sehingga memiliki nilai yang bagus.  Peristiwa perkelahian dengan temannya pun beberapa hari yang lalu, dengan menggerakkan penghapus pada sebuah foto maka ingatan temannya akan peristiwa perkelahian itu bisa lupa. 

Pelaku utama akhirnya sadar bahwa dengan menghapus kejadian seperti itu malah orang tidak bisa belajar dari sebuah kesalahan.  Oleh karena itu panghapus itu kemudian tidak lagi digunakan.

Teks perenungan di akhir film: Kalau semua kesalahan bisa dihapus , mungkin kita juga akan kehilangan alasan untuk berubah.

Produser film ini:  Nada, Sutradara: Nada & Zahra, Penulis Skenario: Zahra, Pemeran Utama: Rohan, Kameramen: Vina, Vyas, Editor: Moga, Risma, Sound Recordist: Dharma,  Talent: Cestri, Safira, Wardrobe + Make Up: Brenda, dan Art Director / Property: Nazilatul.

Menyaksikan Sendratari Ramayana Ballet (Foto: Erna W)

Rohan, sangat merasakan surprise dengan hasil film yang diperaninya mendapatkan juara 3.  “Pas pengumuman, MC bilang ‘juara tiga adalah yang terakhir ditampilkan’, dan itu berarti video kita. Seluruh anggota tim langsung kaget, soalnya nggak nyangka justru urutan tampil terakhir yang bikin kita dapet juara 3. Rasanya campur aduk antara lega dan nggak percaya, ternyata usaha ngeburu waktu itu nggak sia-sia. Ini ngajarin kita bahwa kerja tim yang solid bisa nutupin banyak kekurangan waktu, dan deadline yang mepet itu bukan alasan buat hasil yang asal-asalan. Terima kasih buat semua yang udah kerja keras di detik-detik terakhir,” demikian urainya dengan girang.

Dalam Outing Class, selain mereka mengunjungi ISI Yogyakarta, Murid SMA N 1 Ambarawa juga berkunjung ke Studio Gamplong Yogyakarta milik Sutradara Film Hanung Bramantyo.  Mereka juga berkunjung ke Candi Prambanan untuk menyaksikan Sendratari Ramayana Ballet.

(Suyito Basuki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *