Oleh: Widodo SP *)
YOGYAKARTA, wartaintegritas.com – Ekspektasi tinggi dibalut rasa penasaran mengiringi langkah saya bersama istri saat masuk ke studio film pada Minggu (30/11). Setelah menyimak trailer, podcast, dan berbagai keriuhan di media sosial terkait film “Agak Laen 2”: Menyala Pantiku! kami dibuat penasaran akan sepecah apa film keduanya, setelah pencapaian bombastis Agak Laen pertama yang sukses tembus Sembilan juta penonton pada 2024 silam. Angka 272.000-an penonton pada hari pertama “Agak Laen 2” resmi tayang di layar lebar, ikut menambah antusiasme kami menonton film besutan Muhadkly Acho ini.
Sinopsis “Agak Laen 2”: Menyala Pantiku!
Berbeda dengan film pertamanya, pada film “Agak Laen 2” ini, empat sekawan yakni Bene, Boris, Jegel dan Oki berperan menjadi polisi (detektif). Mereka mendapat kesempatan terakhir untuk menguak misteri pembunuhan anak wali kota, yang disinyalir bersembunyi di suatu panti jompo. Mereka lantas menyusup (lebih tepatnya disusupkan) ke panti tersebut supaya bisa menyelidiki dari dalam, mendapat informasi, dan mengungkap kasus tersebut … dengan taruhan karir mereka akan tamat (alias dipecat!) kalau sampai gagal!
Menonton trailer-nya, mungkin sudah terbayang bagaimana empat sekawan kocak ini beraksi di panti jompo, dengan tingkah kocak, absurd, dan tentu saja tak terduga, sebagai ciri khas dari aksi-aksi konyol mereka sejak film pertama. Nggak salah! Memang kocak banget aks-aksi mereka, yang tentu saja (mohon maaaf banget!) nggak bisa saya bocorkan di artikel ini ya.
Menonton film ini, sejak misi penyelidikan dan penyusupan ke panti jompo dimulai, bersiaplah mengikuti alur cerita dan kejenakaan yang berkelanjutan, bak menaiki roller coaster, karena kombinasi antara drama-komedi-agak mikir-drama lagi-komedi lagi (dan seterusnya) akan tersaji sepanjang film berdurasi 1 jam 59 menit ini. Jangan lewatkan pula ketika film berakhir, ada beberapa post-credit-scene yang membuat penonton masih betah duduk di kursi, sampai film beneran berakhir dan penonton bisa mengantre keluar studio.
Boleh Berisik, Bahkan Tertawa Sampai Lompat dari Kursi!
Meskipun belum bisa bocorin isi filmnya, satu hal yang bisa saya garansi, menonton “Agak Laen 2” ini, agak beda sama tontonan lain saat para penonton diharapkan bisa tenang dan tidak berisik, khusus “Agak Laen 2” ini penonton malah kayak diwajibkan kudu berisik, bahkan boleh tertawa lepas … bila perlu sampai lompat dari kursi saking hebohnya!
Saya saja berkali-kali tertawa lepas, duduk sampai di ujung kursi, bahkan nyaris berdiri (kalau nggak tertahan sama rasa malu) saking hebohnya menonton adegan-adegan kocak di film ini, dengan sedikitnya dua adegan fenomenal yang membuat saya sampai terheran-heran, “Kok bisa ya, terpikir adegan konyol model begitu!” Adegan apa itu? Sekali lagi mohon maaf, tidak bisa saya bocorkan di sini.
Namun, yang jelas, mumpung tanggal muda dan kemungkinan duit gaji masih berbaris rapi di dompet, segera jadwal menonton “Agak Laen 2”, yang biasanya tiket lebih murah pas weekday daripada weekend, kalau perlu ajak teman kantor, teman main padel, atau keluarga biar lebih seru dan bisa tertawa bareng. Hanya, rating film 13+ (13 tahun ke atas) sebaiknya kita perhatikan kalau mau ajak anak-anak, khususnya yang belum berusia 13 tahun. Ada kata-kata tertentu yang terdengar cukup kasar buat anak-anak “di bawah umur”, juga ada adegan tertentu yang mungkin butuh penjelasan lebih lanjut dari orangtua setelah menonton “Agak Laen 2”. Selain faktor itu, saya sangat merekomendasikan film ini, yang saya beri nilai 8,5 dari 10!
Akhirnya, izinkan saya mengucapkan, “Selamat menonton dan ngakak sepuasnya!” dan kita tunggu bersama, akankah “Agak Laen 2” mampu melewati angka fantastis dari film pertamanya yang tembus sembilan juta penonton itu? Akankah juga empat sekawan tadi bisa mengungkap misteri pembunuhan anak wali kota, sekaligus menyelamatkan karir mereka sebagai anggota polisi?
*) Penulis bekerja dan tinggal di Yogyakarta










