Oleh: Suyito Basuki *)
Anak saya pernah didiagnosa sakit asam lambung dan vertigo. Usianya saat itu 20 tahun, saya sendiri agak bingung, kok anak usia segitu bisa vertigo ya? Setelah diperiksa di sebuah klinik kesehatan, kemudian diberikanlah 6 macam obat, antara lain obat untuk menurunkan asam lambung antara lain Metoclopramide.
Sehari setelah obat-obat itu diminum, sakit pada asam lambungnya berkurang demikian juga vertigonya. Tetapi yang terjadi kemudian adalah, tiba-tiba saja kepala anak saya bergerak seperti menengok ke kanan. Setelah seperti orang menoleh ke kanan itu, lehernya tidak bisa kembali ke posisi semula. Demikian juga keanehan yang lain terjadi, matanya tiba-tiba melotot tanpa bisa dikedipkan. Yang aneh juga, mulutnya tiba-tiba saja tanpa terkendali bergerak seperti tersenyum, padahal ia sedang merasakan kesakitan pada lehernya. Mestinya gerakan bibir tidak tersenyum tetapi meringis.
Kena Guna-guna?
Istri saya saking bingungnya berpikir, jangan-jangan anak saya kena guna-guna. Istri saya pernah cerita kalau ada cowok kakak tingkat di universitas yang naksir sama anak saya. Hanya saja anak saya mungkin belum mau terikat perasaan dengan seorang cowok, sehingga tanggapannya terhadap cowok itu datar-datar saja. Saya bilang, jangan berprasangka seperti itu, tidak baik karena sudah menyalahkan orang lain tanpa dasar yang jelas.
Oleh neneknya, karena kebingungan juga, anak saya itu dibawa ke pengobatan bekam. Di bawah leher belakang terdapat 2 bundaran hitam kecil akibat dari terapi tradisional bekam tersebut. Namun upaya itu tidak juga berhasil. Lehernya masih saja tiba-tiba bergerak ke kanan tidak bisa dikembalikan ke kiri sehingga membuat urat di lehernya sakit. Matanya juga kadang-kadang masih melotot dengan sendirinya serta mulutnya masih bergerak seperti tersenyum yang membuat kami keheranan.
Akhirnya kami sepakat untuk segera membawa ke rumah sakit terdekat di kota kami. Setelah masuk ke ruang IGD, kemudian segera memperoleh penanganan. Tenaga medis setelah mengetahui gejala dan riwayat sakitnya serta mengecek obat-obatan yang dikonsumsi oleh anak saya, kemudian mengatakan bahwa anak saya alergi terhadap obat yang diminum, disebutnya anak saya kena Neuroleptic Malignant Syndrom. Efek sindrom ini bisa menyebabkan gejala seperti yang dialami anak saya itu.
Setelah diberi obat penawar melalui cairan infus yang dimasukkan melalui tangannya, maka berangsur-angsur ketegangan syaraf pada leher dan mata serta mulut mereda. Tidak sampai satu jam, kondisi leher, mata, mulut sudah kembali seperti semula. Akhirnya anak saya opname dan mengalami perawatan di rumah sakit selama 3 hari. Anak saya sudah sembuh dan telah pulang dari rumah sakit. Menurut catatan hasil pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kesehatan anak kami, didapatkan kesimpulan bahwa anak kami terdiagnosa Vertigo Syndrome.
Efek Samping Obat Asam Lambung
Menurut situs Alodokter, terkait dengan persoalan kami tersebut, maka kami mendapat informasi bahwa khususnya obat Metoclopramide yang dimaksudkan untuk mengobati asam lambung memiliki efek samping terutama adalah gejala ektrapiramidal, hiperprolaktinemsia dan Neuroleptic Malignant Syndrome.
Neuroleptic Malignant Syndrom terdiri dari hipertermia, lead pipe rigidity, leukositosis, peningkatan kadar kreatinin fosfokinase, gangguan kesadaran, ketidakseimbangan otonom, diaphoresis, takikardia, inkontinensia urin, pucat, tekanan darah ireguler dan aritmia.
Efek samping lain dari Metoclopramide dapat juga menimbulkan pada beberapa sistem organ tubuh sebagai berikut: Gastrointestinal: diare, mual, muntah, bowel disturbance; Hepatobilier: hepatotoksik; Ginjal dan saluran kemih: inkontinensia, urin atau urgency.
*) Penulis tinggal di Ambarawa















