Sebanyak 15 Orang Penyandang Disabilitas Terima Bantuan 15 Kaki Palsu

Berita46 Dilihat

KAB.SEMARANG — wartaintegritas.com — Sebanyak lima belas kaki palsu diserahkan kepada warga penyandang disabilitas di Kabupaten Semarang, di aula Dinas Sosial (Dinsos) pada Selasa (18/08/2026). Penyerahan bantuan kaki palsu ini dilakukan langsung oleh Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istiqomah.

“Bantuan kaki palsu bersumber dari APBD Kabupaten Semarang tahun 2026 dengan nilai anggaran mencapai Rp135 juta. Tiap kaki palsu dianggarkan sekitar Rp9 juta. Sebanyak 15 kaki palsu disalurkan kepada 15 orang penerima,” kata Istiqomah.

Disampaikan juga proses pemberian bantuan kaki palsu ini, bahwa berawal dari usulan masyarakat yang membutuhkan kaki palsu. Selanjutnya, Dinsos Kabupaten Semarang melakukan kunjungan dan pengecekan secara langsung kondisi calon penerima bantuan kaki palsu. Laku, melakukan verifikasi data. Dari sini, dilakukan penetapan penerima bantuan.

“Proses selanjutnya, Dinsos mendatangkan rekanan pembuat kaki palsu untuk melakukan pengukuran. Pasalnya, kaki palsu yang diberikan ini dibuat secara khusus atau custom sesuai kondisi masing-masing penerima. Pengukuran telah dilakukan sebulan yang lalu. Dan, sekarang ini penerima bantuan kembali dihadirkan untuk pemasangan. Jika ada yang tidak pas, saat itu juga langsung diperbaiki oleh teknisinya,” terangnya.

Ditambahkan, para penerima bantuan ini merupakan warga yang mengajukan melalui petugas lapangan utamanya Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Dari 15 orang penerima bantuan kaki palsu ini, 2 orang berasal dari Kecamatan Bancak, 3 orang dari Pringapus, 2 orang dari Suruh, dan 2 orang dari Ungaran Timur. Sementara dari Kecamatan Bergas, Pabelan, Kaliwungu, Ungaran Barat dan Ambarawa masing-masing satu penerima.

Bantuan tersebut merupakan komitmen Pemkab Semarang dalam membantu warga penyandang disabilitas agar dapat kembali beraktivitas secara lebih mandiri. Tahun 2026 ini. Bahkan, Dinsos Kabupaten Semarang masih akan menyalurkan tambahan 6 kaki palsu melalui anggaran perubahan. Tambahan ini diberikan untuk menindaklanjuti permintaan warga yang masuk ke Dinsos. Sebelumnya pada tahun 2025, telah disalurkan sebanyak 10 unit kaki palsu. Program serupa dipastikan tetap akan dianggarkan pada 2027.

“Dengan mendapatkan kaki palsu ini, terus terang saya bersyukur. Saya kehilangan kaki karena musibah kecelakaan kerja. Setelah menerima kaki palsu ini, semoga bisa berjalan kembali normal,” ujar Mariyono (53), asal Desa Jombor, Kecamatan Tuntang.

Sementara itu, TKSK Ungaran Timur Ary Prasetyawan menyampaikan, bahwa para penerima bantuan kaki palsu tetap dapat berkomunikasi dengan TKSK selama masa penyesuaian penggunaan kaki palsu. Pendampingan ini diperlukan agar penerima bantuan dapat segera beradaptasi dan menggunakan kaki palsu dengan nyaman dalam kesehariannya. Intinya, semua TKSK siap membantu,” pungkasnya.

(Heru Santoso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *