KLATEN — wartaintegritas.com — Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) SMP Kabupaten Klaten bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten menggelar seminar penguatan kapasitas dan peningkatan kompetensi bagi guru-guru BK se-Kabupaten Klaten.
Kegiatan yang menghadirkan psikolog, motivator, sekaligus penulis kenamaan asal Yogyakarta, Fauzil Adhim, S.Psi., ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri atas guru BK jenjang SMP/MTs, SMA/SMK/MA sederajat, hingga mahasiswa, berlangsung di pendopo kabupaten klaten (Sabtu, 1/8/2026)
Ketua MGBK SMP Kabupaten Klaten, Lelia Syabhani, menjelaskan bahwa seminar ini diinisiasi untuk merespons berbagai tantangan berat yang dihadapi dunia pendidikan dan peserta didik saat ini.
“Tantangan paling berat saat ini antara lain adiksi digital pada anak, isu pengabaian anak oleh orang tua, serta menurunnya daya resiliensi (daya tahan/ketangguhan) para siswa di zaman sekarang.
Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan update informasi dan angin segar bagi guru BK agar dapat memberikan layanan terbaik,” ujar Lelia.

Dorong Perubahan Paradigma Guru BK
Sementara itu, Ketua Pokja Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Bintang Agastia, S.Si., menegaskan pentingnya perubahan paradigma di tubuh guru Bimbingan Konseling.
Menurutnya, guru BK saat ini harus mengikis citra lama sebagai sosok yang ditakuti oleh para siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Titin Windiyarsih, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi tinggi penyelenggaraan seminar penguatan kapasitas guru Bimbingan Konseling (BK) yang diprakarsai oleh Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) SMP Kabupaten Klaten bekerjasama dengan Dinas Pendidikan.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Bintang Agastia, S.Si., Kepala Dinas menegaskan pentingnya perubahan peran dan penguatan kompetensi guru BK dalam menghadapi dinamika peserta didik saat ini.
Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan beberapa poin kunci terkait peran strategis Bimbingan Konseling di lingkungan sekolah:
- Apresiasi Atas Inisiatif MGBK
Kegiatan ini dinilai sangat responsif terhadap kebutuhan guru di lapangan. Peningkatan Kompetensi Sebagai Hal Mutlak. Penguatan kapasitas dan pemahaman guru BK merupakan hal yang mutlak dibutuhkan. Anak-anak masa kini menghadapi tantangan zaman yang amat kompleks, sehingga memerlukan pola pendampingan yang adaptif dan berbeda dari generasi terdahulu. - Pendampingan dan Mencegah Permasalahan Siswa
Guru BK diharapkan tidak hanya menjadi penangan saat timbul masalah (problem solver), tetapi juga mampu melakukan langkah-langkah preventif agar permasalahan siswa tidak sampai timbul di sekolah. - Implementasi Permendikdasmen No. 6 Tahun 2026
Penyelenggaraan kegiatan ini dinilai sangat selaras dengan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Guru BK diharapkan menjadi motor penggerak utama di setiap satuan pendidikan guna mewujudkan arahan Presiden terkait lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif.
“Peningkatan kompetensi guru BK ini mutlak dibutuhkan karena saat ini anak-anak membutuhkan pendampingan yang berbeda. Harapannya, guru BK tidak hanya bergerak saat terjadi permasalahan, tetapi menjadi pendorong utama agar masalah tersebut tidak terjadi, sekaligus mewujudkan budaya sekolah yang aman dan nyaman,” ujar Bintang Agastia saat membacakan poin sambutan Kepala Dinas Pendidikan.
“Guru BK harus mengubah paradigma. Jika dulu dikenal sebagai sosok yang ditakuti, sekarang harus menjadi guru yang sabar, luar biasa, dan siap mendampingi anak-anak. Generasi saat ini membutuhkan pendampingan yang berbeda dari generasi terdahulu,” tegas Bintang.
Ia menambahkan, penguatan kompetensi ini juga menjadi langkah krusial dalam mendukung imbauan pemerintah terkait iklim sekolah yang kondusif, sebagaimana tertuang dalam Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
“Guru BK diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman untuk belajar, sehingga cita-cita menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak dapat betul-betul terwujud di setiap satuan pendidikan,” tambahnya.
Harapan Implementasi Nyata di Sekolah
Hasil dan pemahaman yang diperoleh dari seminar ini diharapkan tidak berhenti sebagai wacana, melainkan dapat diimplementasikan secara nyata oleh para guru BK di sekolah masing-masing.
Melalui seminar ini, pihak Dinas Pendidikan maupun pengurus MGBK berharap para peserta dapat menyerap ilmu yang diberikan oleh narasumber dan mengimplementasikannya secara langsung di sekolah masing-masing demi mengoptimalkan potensi serta tumbuh kembang peserta didik.
(Benyamin Hadinagara)










