Puluhan Remaja Desa Bejalen Ikuti Pelatihan Pembalutan dan Pembidaian, Dipandu Mahasiswa KKN UNW

KAB. SEMARANG, wartaintegritas.com – Mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Ungaran yang sedang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Berjalan, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang menggelar program pengabdian masyarakat dengan tema Pelatihan Pembalutan dan Pembidaian, di Balai Desa Bejalen pada Senin (24/08/2025). Kegiatan ini dipandu langsung oleh Koordinatir kegiatan, Putra Aditya (mahasiswa Fakultas Kesehatan – Prodi Keperawatan UNW).

“Peserta pelatihan ini adalah para kader remaja dan remaja Desa Bejalen, yang dikomandani Resti, kader aktif yang antusias dalam mengikuti praktik. Melalui kegiatan ini, para remaja mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama, khususnya pada kasus patah tulang (fraktur) dan luka terbuka,” terang Putra Aditya.

Ditambahkan, bahwa prinsip dasar pembalutan dan pembidaian yakni mulai dari pemilihan bahan, langkah membalut luka, hingga teknik pemasangan bidai menggunakan alat sederhana seperti papan, bambu, atau kain yang tersedia di sekitar. Kemudian peserta diajak untuk melakukan simulasi secara berpasangan, dengan skenario kasus patah tulang pada lengan maupun kaki.

“Keterampilan ini sangat penting dimiliki oleh remaja desa. Dengan memahami teknik dasar pembalutan dan pembidaian, kader remaja bisa menjadi penolong pertama yang sigap ketika terjadi kecelakaan di lingkungan sekitar. Ini merupakan bekal yang sangat berguna bagi mereka,” tandasnya.

Sementara itu, Resti, salah satu kader remaja aktif Desa Bejalen menyatakan, dengan pelatihan ini dirinya sangat terbantu. Pasalnya, awalnya hanya tahu dari teori, namun setelah praktik langsung jadi lebih paham cara membalut dan memasang bidai. Semoga ilmu ini bisa bermanfaat kalau sewaktu-waktu ada kejadian darurat.

Di akhir pelatihan, Putra Aditya menandaskan, bahwa mahasiswa KKN UNW berharap para kader remaja Desa Bejalen tidak hanya menjadi generasi yang peduli pada kesehatan, tetapi juga memiliki keterampilan nyata dalam memberikan pertolongan pertama di masyarakat.

“Semoga setelah mengikuti pelatihan ini, remaja di Desa Bejalen dapat mempraktekkan ketrampilan yang dimiliki ini secara nyata,” pungkasnya.

Oleh: Heru Santoso

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *