Diberkati dalam Kebenaran dan Belas Kasihan

Kontemplasi203 Dilihat

Oleh: Suyito Basuki *)

Siapa orang yang tidak ingin hidupnya diberkati Tuhan?  Bahkan berkat itu mengalir kepada anak-anak dan cucu-cucunya? Harta kekayaan terdapat dalam rumahnya?  Serta mendapatkan hikmat pengertian dalam menyelesaikan segala persoalan dalam hidupnya?

Menurut firman Tuhan yang dicatat oleh pemazmur dalam Mazmur 112:1-9, orang bisa memiliki berkat-berkat itu jika orang hidup dalam ‘takut’ dan ‘sangat suka’ terhadap ‘perintah-perintah’ Tuhan.  Kata ‘takut’ dalam bahasa Ibrani ‘yare’ berarti merasa takut, gentar, namun ada juga perasaan kagum dan terpesona.  Dalam alkitab bahasa Inggris diterjemahkan dengan kata fear.  Alkitab bahasa Indonesia sehari-hari menerjemahkannya dengan kata ‘takwa’.

Sedangkan kata ‘sangat suka’ berasal dari dua kata bahasa asli ‘chapets’ yang berarti bersuka, bergembira, hati yang senang.  Alkitab bahasa Inggris menerjemahkan delight.  Kata yang lain dalam bahasa aslinya ‘me’od’ berbentuk adverbial yang berarti kekuatan sangat banyak, sangat besar, dan menunjuk kepada kelimpahan.  Alkitab bahasa Inggris menerjemahkan greatly.

Kata ‘perintah-perintah’ itu dalam bahasa Inggris commandments bentuknya jamak, berarti ada ‘perintah’ yang tidak hanya satu tetapi banyak perintah.  Ada istilah The Ten Commandments menunjuk kepada 10 Perintah Allah (Keluaran 20: 3-17).  Bahasa aslinya ‘mitsvah’ yang berarti “perintah” atau “kewajiban” hukum Allah dalam agama Yahudi, merujuk pada 613 perintah dalam Taurat. Secara umum, ‘mitzvah’ juga diartikan sebagai perbuatan baik, tindakan mulia, atau amal yang menghubungkan manusia dengan Tuhan, bukan sekadar kebaikan moral biasa. 

Tindakan-tindakan yang disebut dalam Mazmur 112 ini seperti belas kasihan, memberi pinjaman, melakukan urusannya dengan sewajarnya (ay. 5), membagi-bagikan, memberi kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya (ay. 9) adalah wujud perbuatan melakukan ‘mitsvah’ tersebut.

Apakah hidup kita ingin diberkati Tuhan?  Marilah hidup dalam takut kepada Tuhan yang berarti gentar disertai kagum dan terpesona atas karya Tuhan Yesus yang telah menebus kita dari dosa dengan disalibkan-Nya Ia!  Marilah kita juga memiliki rasa suka cita dalam melakukan perintah-perintah Tuhan dalam hidup kita, bukan karena dorongan rasa takut akan neraka. Kita sambut hidup yang diberkati dalam kebenaran dan belas kasihan Tuhan!

*) Penulis tinggal di Ambarawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *