JAKARTA – wartaintegritas.com – James T. Riady, pemilik Grup Lippo di Seminar Nasional dalam rangka Natal 2025 mengisahkan kehidupan awal berkeluarga. Ternyata rumah tangga bankir terkenal itu tidak mulus-mulus saja di awal pernikahannya.
Pengusaha nasional ini menceritakan saat dikenalkan ibunya dia lalu jatuh cinta kepada Ailin, yang kemudian diperistrinya.
“Setiap hari saya cari dia, hari ke 60 tunangan. Malam usai pesta sudah ribut sampai honeymoon. Bahkan tahun 8 tahun kami di mata Tuhan sudah cerai,” kisahnya. Tetapi James selalu teringat pesan ibunya agar jangan ikut orang Barat yang tidak mau nikah dan hanya bersenang-senang.

Statistik mengatakan 50 persen dalam 10 tahun cerai, orang Kristen juga tidak lebih baik. Hanya tradisi timur masih kental adat bisa memperlambat percerain.
Tahun 1990 di tahun pernikahan ke-8, James berpisah dengan keluarga. Dia tinggal di Jakarta sementara isteri dan anak tinggal di Los Angeles.
“Saya depressi. Suatu hari 18 September 1990 satu sore saya tutup pintu, saya berdoa ‘Tuhan tolong saya karena saya depresi. Saya nangis tapi sukacita. Saya harus memenangkan istri, anak dan kakak saya. Itu titik Tuhan kerjakan keluarga kembali bersatu. Saya mundur dari 50 perusahaan sebagai Dirut demi keluarga,” tuturnya dan James mencari suasana baru dengan pergi ke Papua.
Ia mulai belajar apa arti keluarga, harus mulai dari pernikahan. Pernikahan itu idenya Tuhan. Bangsa kita kuat, gereja kuat harus dimulai dari keluarga kuat. Demikian James berpendapat.

“Saya senang sekali Natal Nasional bicara keluarga. Anak saya lama tidak menerima saya, hubungan sudah antipati tapi kita jangan kehilangan harapan,” ujar James di hadapan para peserta seminar yang terdiri dari para cendekiawan dan tokoh negara dan tokoh agama ini berkisar 3.000 orang ini.
Rangkaian Seminar Nasional dalam rangka natal dengan tema Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga (Mat 1:21-24) berlangsung di Grand Chapel Universitas Pelita Harapan (UPH) Selasa (3/2/2026). Seminar ini merupakan yang ke-10 yang diselenggarakan Panitia Natal Nasional dengan road show di kota-kota di Indonesia.
Menteri PKP dan juga sekaligus Ketua Umum Panitia Natal Nasional Maruarar Sirait menegaskan bahwa Natal dilaksankan sesuai arahan Presiden Prabowo.
“Sekitar 5 bulan lalu, Bapak Presiden memanggil saya ke istana menunjuk saya jadi panitia natal. Saya langsung tanya apa arahan presiden, diminta laksanakan sederhana dan berdampak.”

Karena itu, penyelenggaraan Natal Nasional dilaksanakan sederhana, berdampak dan terbuka. Program-program langsung menyentuh masyarakat. Ara mencontohkan Bantuan sosial natal disalurkan 20 ribu sembako. Sumber bukan hanya dari umat Kristen tapi dari Budha dan Islam. Itulah Indonesia yang gotong royong. Program lain beasiswa, penyedian kursi roda, operasi bibir sumbing, renovasi gereja, bangun gedung Sekolah Alkitab, dan lainnya.
Menariknya, untuk audiens yang kebanyakan mahasiswa UPH, Maruara menjanjikan untuk 10 orang mahasiswa yang mau merintis usaha, jadi pengusaha akan diberikan 200 juta/orang.
“Kita ingin menciptakan James-James baru dari kampus ini. Dua bulan lagi saya datang silahkan pimpinam UPH memilih mahasiswa berpotensi,” ujarnya disambut tepuk tangan.
Pada kesempatan itu, selain James Riady nara sumber yang lain adalah Menteri Pedidikan Tinggi Sain dan Teknologi Prof Brian Yuliarto. Seminar dipandu Prof. Binsar Pakpahan selaku koordinator seminar nasional. Prof. Brian dalam kesempatan menyampaikan materi mengatakan bahwa sebuah negara dapat mengusaai kemajuan karena kemajuan SDM-nya. “Tidak ada negara maju tanpa tersedianya SDM yang terampil. Karena itu pendidikan itu penting,” demikian ujarnya.
(Yusuf Mujiono/ Suyito Basuki)










