Tetap Setia Meski dalam Derita

Kontemplasi154 Dilihat

(1 Petrus 3:13-22)

Oleh: Suyito Basuki*)

Bagaimana tetap setia mengikut Tuhan meski hidup dalam derita? 

Ada 4 hal yang dapat membuat kita tetap setia berdasarkan nas yang tengah kita pelajari saat ini.  Ke-4 hal itu adalah:

Rajin berbuat baik (13)

Kata “rajin berbuat baik” dalam alkitab bahasa Inggris versi KJV menulis “follower of that which is good”.  Artinya pengikut apa yang baik. Dalam bahasa Yunani disebut mimetes yang berkembang menjadi bahasa Inggris imitator yang artinya peniru.

Yesus sudah memberi teladan dengan hidup baik.  (1 Petrus 2:21-23)  Bahkan Ia mengorbankan diri-Nya menyerahkan nyawa-Nya untuk menebus dosa-dosa kita. (1 Petrus 2: 24-25)

Menderita karena kebenaran (14, 17)

Yesus menyebut sebuah kebahagiaan jika menderita karena kebenaran, karena para nabi pun begitu (Matius 5:11-12).  Jangan sampai menderita karena kesalahan atau kejahatan kita.

Mungkin di sekolah, di tempat kerja atau di lingkungan kita; kita mendapatkan hinaan, ejekan, dalam pelayanan kita dihambat, jangan takut, kita harus bertahan.  Karena penderitaan yang semacam inilah yang dimaksudkan menderita karena kebenaran.

Kuduskanlah Kristus sebagai Tuhan (15a)

Kata ‘kudus’, dalam bahasa Yunani hagiazo yang antara lain berarti memisahkan diri hal-hal yang menyenangkan, profan atau duniawi, hidup didedikasikan untuk Tuhan.

Hidup orang percaya harus dipisahkan dari hal-hal dunia, bahkan sistem dunia ini sehingga berkenan kepada Tuhan.  Menguduskan Kristus sebagai Tuhan adalah menjadikan Yesus sebagai tuan atas segala perbuatan yang kita lakukan.

Siap sedia beri pertanggungjawaban iman (15b-16)

Kata ‘siap sedia’, alkitab bahasa Inggris NKJ menerjemahkan ‘always be ready’ yang berarti selalu siap.

Pertanggungjawaban iman bisa kita lakukan setiap saat jika kita setiap harinya mempersiapkan diri dengan baik. 

Oleh karenanya bersekutu dengan Yesus tanpa pernah berhenti, berdoa dengan tekun, dan melayani dengan sungguh-sungguh dengan motivasi yang benar adalah cara-cara kita mempersiapkan diri tersebut.  Selain tentu saja kita terus menerus belajar firman Tuhan dan cara menyampaikannya dengan efektif!

*) Penulis tinggal di Ambarawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *