Oleh: Suyito Basuki *)
AMBARAWA, wartaintegritas.com – Film Safe yang dibintangi Jason Statham menceritakan seorang mantan polisi yang putus asa. Istrinya dibunuh oleh kelompok mafia dan siapa pun yang mendekati dia juga dibunuh. Pimpinan geng mafia ini dendam karena tindakan Luke (Jason Statham) sebelumnya.
Akhirnya Luke menjadi gelandangan. Merasa hidup yang putus asa maka Luke berniat menabrakkan diri pada kereta api yang melaju. Sebelum menabrakkan diri, dia melihat seorang bocah cilik chinnese yang bernama Mei, melarikan diri karena diuber oleh sekolompok mafia China. Bocah cilik ini memiliki kemampuan matematika yang luar biasa dan dibawa ke Amerika untuk dimanfaatkan oleh mafia China ini, tetapi kemudian melarikan diri dan masuk ke kereta api.
Kemudian timbulah keinginan Luke untuk menyelamatkan Mei, bocah kecil ini. Luke menggunakan ketrampilannya saat memasuki kereta api yang tengah melaju. Demikian pula, Luke menggunakan pengalamannya bertarung sehingga orang-orang yang mau menangkap bocah kecil itu akhirnya dikalahkan dan Luke berhasil membawa Mei itu kabur.
Bocah kecil itu ternyata menjadi rebutan antara mafia China dan mafia Rusia, apalagi Mei itu telah menghafal nomor kunci brankas yang berisi uang ratusan miliar rupiah. Luke kemudian mengumpulkan rekan-rekannya yang pernah satu tim dengannya. Sekedar tahu saja, bahwa rekan-rekannya ini sebelumnya kecewa dengan Luke yang mempertahankan integritas sebagai polisi yang baik. Rekan-rekannya itu adalah polisi yang korup! Sebelumnya Luke juga pernah mereka aniaya setelah tahu gelandangan yang mereka tangkap adalah Luke!
Pada akhirnya Luke bersama dengan rekan-rekannya berhasil mengalahkan geng mafia dan mendapatkan sejumlah besar uang dan rahasia walikota yang korup. Cerita berakhir Luke dan Mei pergi ke suatu kota. Mereka sepakat berteman dan Luke berjanji akan mencarikan sekolah internasional yang menampung anak-anak berbakat bagi Mei.
Kadang seseorang hidup terus menerus dalam keterpurukan karena sakit, kecewa dan berbagai hal lainnya. Bagaimana cara melepaskan diri dari keterpurukan? Kesadaran diri pada habitatnya selama ini, mungkin habitat sebagai seorang pendidik, penulis, ahli bangunan, pekerja perbankan dan lain-lain, akan membawa sebuah semangat bangkit dari keterpurukan itu. Apalagi kemudian menyadari bahwa ada orang-orang yang tengah membutuhkan pertolongannya. Dengan demikian maka semangat juangnya akan bangkit dan hasil yang maksimal akan didapatkannya karena menyadari bahwa hidupnya ternyata sangat berguna!
Selamat memasuki tahun 2026, jika merasa masih terpuruk, ingatlah habitat Anda, ingat juga ada orang-orang yang masih membutuhkan pertolongan Anda, mungkin istri, suami, anak, orang tua ataupun keluarga Anda!
*) Penulis tinggal di Ambarawa
















