Pesparawi Nasional Tidak Sekadar Lomba, Tetapi Ibadah dan Bangun Toleransi Beragama

Seni Budaya81 Dilihat

KAB. SEMARANG, wartaintegritas.com – “Kita harus berdoa supaya pelaksanaan Pesparawi Nasional berjalan lancar.  Oleh karena itu kita harus terbuka, ikhlas, dan jujur, jangan sampai ada pihak yang mengambil keuntungan pribadi dalam acara ini.  Kita datang bukan sekedar untuk lomba, tetapi melalui Pesparawi ini, kita melakukan ibadah.  Juga melalui Pesparawi ini, kita membangun toleransi dengan umat beragama lain,” demikian Ibu Dirjen Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd. mengingatkan.

Dirjen Bimas Kristen Ibu Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd. ajak supaya semua pihak turut menyukseskan acara Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional yang akan digelar di Manokwari, Juni 2026 yang akan datang dengan tema Aku hendak memuji TUHAN pada Segala Waktu (Mazmur 34:2a) dengan sub tema “Puji-Pujian Membawa Perdamaian dan Persaudaraan di Tanah Papua”.  Acara tersebut sedianya akan digelar Juni 2025, tetapi karena adanya efisiensi anggaran pemerintah, maka acara diundur di tahun 2026 ini.  Ibu Dirjen menginformasikan acara yang akan diikuti 8000 lebih peserta itu, rencana akan dihadiri oleh Presiden Prabowo.

“Surat kepada Bapak Presiden akan diupayakan oleh Menteri Agama,” demikian ujar Ibu Dirjen dalam rapat zoom meeting yang diadakan oleh Kemenag Pusat Dirjen Urusan Agama Kristen yang diikuti oleh Panitia Penyelenggara dan para pengurus LPPD Propinsi Rabu 21 Januari 2026.  Dalam rapat tersebut Ibu Dirjen meminta supaya LPPD-LPPD membuat tim doa untuk mendukung pelaksanaan Pesparawi nasional ini.  Di samping itu, Ibu Dirjen juga meminta semua pihak hendaknya jujur, ikhlas dan terbuka, jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang mengambil keuntungan secara pribadi.

Panitia berharap supaya masing-masing daerah, kontingennya menampilkan tarian daerah khas masing-masing, sehingga Presiden Prabowo Subianto yang direncanakan hadir, akan tahu masing-masing kontingen hadir dari daerah mana.

Untuk sarana transportasi, panitia sudah menghubungi Dinas Perhubungan Darat, Laut, dan Udara.   Sehingga akan disiapkan Kapal Pelni, Pesawat Hercules untuk keperluan peserta jika itu diperlukan.  Tempat-tempat lomba juga sudah dipersiapkan antara lain Universitas Papua dan beberapa tempat lainnya.  Panitia juga menambahkan supaya masing-masing kontingen dapat membawa pernak-pernik hasil karya daerahnya berupa barang kerajinan, souvenir, tanaman untuk dipamerkan dan dijual di arena pameran yang sudah disediakan panitia.

Seorang peserta rapat, Bram Tambunan dari LPPD Jambi meminta supaya ada pembaruan Juklak Lomba terkait dengan persyaratan usia peserta mengingat mundurnya lomba.  Selain itu ia berharap dari pihak panitia bisa mengadakan acara Coaching Clinic bagi para konduktor secara daring atau secara langsung, karena hal ini menurutnya sangat berguna dalam kualitas lomba.  Sementara Eva Florida dari LPPD Batam mengingatkan bahwa Manokwari sebagai tempat lomba dikenal sebagai Kota Pekabaran Injil.  Sehingga dengan adanya event Pesparawi ini dapat membangun kesan yang sudah tertanam itu.  Selain itu ia berharap penilaian yuri dalam setiap cabang lomba bisa dilakukan secara obyektif.

(Suyito Basuki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *