KLATEN – wartaintegritas.com — Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) ASA Course Indonesia yang beralamat di desa Gemblegan Kecamatan Kalikotes Kabupaten Klaten kembali menunjukkan eksistensinya dalam menjembatani generasi muda Indonesia ke kancah internasional. Bertepatan dengan hari jadinya yang ke-18, LPK yang berpusat di Klaten ini menggelar acara wisuda sekaligus pelepasan siswa magang ke Jepang di Al-Hakim Convention Hall, Desa Gayamprit, Klaten pada Senin (30/03/2026).
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran tamu penting, mulai dari perwakilan Pemerintah Kabupaten Klaten, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, hingga mitra strategis dari dalam dan luar negeri, termasuk perwakilan dari lima perusahaan dan satu agen dari Jepang.
Komitmen Mengentaskan Pengangguran
Pimpinan sekaligus pendiri LPK ASA Course Indonesia, Trias Winanti, mengungkapkan rasa syukurnya atas perjalanan 18 tahun lembaga yang ia rintis. Menurutnya, momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata kontribusi lembaga dalam menekan angka pengangguran di wilayah Klaten dan sekitarnya.
”Harapannya di usia ke-18 tahun ini kami semakin dewasa dan terus dipercaya oleh masyarakat Klaten. Fokus utama kami adalah berkontribusi dalam mengentaskan pengangguran dengan menyalurkan tenaga kerja kompeten ke luar negeri,” ujar Trias.

Ratusan Siswa Siap Berangkat
Pada periode ini, ASA Course melepas sebanyak 134 wisudawan yang telah dinyatakan siap bekerja di berbagai sektor di Jepang. Secara keseluruhan, saat ini terdapat sekitar 400 siswa yang tengah menempuh pendidikan di lembaga tersebut.
Trias menambahkan bahwa wisuda ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tiga bulan sekali untuk memastikan alur pengiriman tenaga kerja tetap stabil dan terorganisir dengan baik.
Mendapat Kepercayaan dari Jepang
Kehadiran perwakilan perusahaan Jepang dalam acara ini mempertegas kualitas lulusan ASA Course yang diakui secara internasional. Para mitra dari Jepang menyampaikan pesan agar ASA Course terus menjadi mitra yang tepercaya dalam menyediakan tenaga kerja berkualitas.
(Benyamin Hadinagoro)










