SURAKARTA – wartaintegritas.com – Keluarga besar SMA Warga Surakarta menggelar kegiatan halalbihalal dalam rangka merayakan Idulfitri 1447 H pada Apel Pagi Senin, 30 Maret 2026 di halaman sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid, pendidik, dan tenaga kependidikan sebagai momentum mempererat kebersamaan, memperkuat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat baru setelah menjalani bulan Ramadan.
Sebagai sekolah nasional yang memfasilitasi pembelajaran semua agama, SMA Warga Surakarta menjadikan kegiatan ini sebagai ruang untuk menumbuhkan nilai toleransi, kebersamaan, dan saling menghargai di antara seluruh warga sekolah yang berasal dari latar belakang yang beragam.
Dalam sambutannya, Kepala SMA Warga Surakarta, Aditya Noor Cahya Perdana, S.Pd., Gr., M.Pd. menyampaikan ucapan Selamat Idulfitri kepada seluruh keluarga besar sekolah. Ia juga mengajak seluruh warga sekolah untuk saling memaafkan dan memulai kembali aktivitas pembelajaran dengan hati yang bersih.
“Selamat Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin. Semoga momentum ini makin menumbuhkan semangat kita untuk belajar, berkarya, dan membangun kebersamaan di SMA Warga,” ungkapnya di hadapan peserta apel.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ustadz Nur Wakhid yang mengingatkan bahwa halalbihalal merupakan sarana untuk memperkuat silaturahmi dan ukhuwah islamiyah melalui sikap saling memaafkan. Ia menegaskan bahwa Allah Swt. menciptakan manusia laki-laki dan perempuan, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal serta hidup dalam kebersamaan.

Dalam ceramahnya, Ustadz Nur Wakhid menekankan dua prinsip penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Pertama, prinsip kesetaraan. Pada hakikatnya semua manusia sederajat di hadapan Allah. Tidak ada perbedaan yang menjadikan seseorang lebih tinggi dari yang lain. Oleh karena itu, manusia harus saling menolong, hidup rukun, serta menghargai sesama.
Kedua, prinsip saling mengenal, yang diwujudkan melalui sikap saling menghormati. Ia mengingatkan para murid agar tetap fokus pada tujuan utama datang ke sekolah, yaitu belajar dan menuntut ilmu, bukan terjebak pada hal-hal yang tidak bermanfaat. Nilai saling menghormati juga penting dijaga dalam kehidupan yang beragam, sebagaimana prinsip toleransi “lakum dinukum waliyadin”.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa derajat manusia di hadapan Allah Swt. ditentukan oleh ketakwaannya, bukan oleh latar belakang suku, status sosial, ataupun kekayaan.
Dalam pesannya kepada para murid, Ustadz Nur Wakhid juga mengingatkan pentingnya menghormati orang tua dan guru. Menurutnya, orang tua berperan dalam membesarkan dan mendidik anak, sementara guru tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun ruh, karakter, dan akhlak peserta didik.
Ia juga menjelaskan bahwa di dalam hati manusia terdapat tiga kecenderungan, yakni keinginan untuk menjadi mulia, dimuliakan oleh orang lain, serta ingin seperti orang lain. Oleh sebab itu, manusia perlu mengarahkan hati dan niatnya pada kebaikan serta ketakwaan.
Menutup tausiyahnya, Ustadz Nur Wakhid memaprkan lima faedah ketika seseorang keluar rumah untuk pergi ke sekolah, yaitu: memperoleh kesenangan dalam belajar dan berinteraksi, menambah ilmu, mendapatkan keberkahan rezeki, membangun akhlak melalui pendidikan dan keteladanan, serta membuka jalan menuju kesuksesan pada masa depan.
Kegiatan halalbihalal ditutup dengan suasana penuh kehangatan ketika seluruh warga sekolah saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, kebersamaan, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Melalui kegiatan ini, SMA Warga Surakarta berharap semangat Idulfitri dapat menjadi energi baru bagi seluruh warga sekolah untuk terus belajar, berprestasi, serta menumbuhkan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pendidikan yang inklusif dan penuh toleransi.
(Purwoto)










