Oleh: Suyito Basuki *)
Kata “bermegah” berarti hidup dalam kebanggaan karena sesuatu hal. Namun kata “bermegah” pada bagian ini lebih menunjuk kepada hidup dalam suka cita besar. Beberapa alkitab bahasa Inggris memberikan terjemahan: joy (KJV), rejoice (NKJ), dan boast (NRS). Dalam bahasa Yunaninya adalah kauchaomai yang antara lain berarti to glory (whether with reason or without)/ mengagungkan atau memuliakan dengan atau tanpa alasan.
Kata “joy” berarti kegembiraan, sukacita, senang, bahagia, ceria luar biasa. Berbicara perasaan damai dan bahagia yang lebih mendalam yang berasal dari dalam diri. Berbeda dengan happines yang bermakna kebahagiaan yang bersifat sementara. Kata “rejoice” berarti suka cita. Kata “boast” berarti membuat bangga.
Mengapa hidup bermegah dalam Allah? Hal ini bersumber dari keyakinan keselamatan di dalam Kristus. (ay. 9-11) Disebutkan bahwa orang-orang percaya yang semula berdosa telah dibenarkan oleh darah Kristus. Saat Kristus mati di kayu salib, darah-Nya menghapus dosa-dosa manusia yang percaya kepada-Nya. Dalam Perjanjian Lama, darah domba atau lembu yang dikorbankan menutupi dosa-dosa. Hal ini adalah sebuah analogi bagaimana darah Kristus yang menutupi dan menghapus dosa-dosa manusia. Oleh karena itu Yohanes Pembaptis berkata kepada para murid-Nya tentang Yesus,”Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah!” (Yohanes 1:36)
Alasan bermegah yang lain adalah karena manusia telah telah diperdamaikan dengan Allah oleh karena kematian Kristus. Semula manusia yang berdosa adalah seteru, tetapi setelah diperdamaikan menjadi tidak lagi berseteru. Alkitab bahasa Jawa Padintenan memberi terjemahan dadi para mitrane Gusti Allah. Alkitab bahasa Indonesia sehari-hari memberi terjemahan: kita sekarang menikmati hubungan kita yang baik itu dengan Allah.
Sebagaimana Paulus hendaknya kita orang percaya memiliki hidup yang penuh dengan damai sejahtera. Sumbernya adalah karena iman kita dan karena karya Tuhan Yesus dalam penebusan dosa. (ay. 1) Apalagi kalau mengingat bahwa Kristus mati untuk kita orang durhaka pada saat kita lemah tak berdaya karena dosa-dosa kita. Lebih-lebih sekarang setelah kita dibenarkan oleh darah-Nya, pasti kita akan diselamatkan! (ay. 9)
Itulah dasar sukacita dan hidup bermegah dalam Allah. Jangan sampai kesusahan dunia menghalanginya. Karena sesungguhnya kesusahan dunia itu menimbulkan ketekunan, ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan keselamatan di dalam Tuhan! (ay. 3) Haleluya, puji Tuhan!
*) Penulis tinggal di Ambarawa
















