Oleh: Suyito Basuki *)
SALATIGA, wartaintegritas.com – Orang-orang Yehuda hidup dalam kejahatan dan mereka tidak mengenal TUHAN. Disebutkan bahwa mereka telah memberontak kepada TUHAN, “: “Aku membesarkan anak-anak dan mengasuhnya, tetapi mereka memberontak terhadap Aku.” (Yesaya 1:2). Mereka tidak lebih pandai dari hewan lembu dan keledai, karena,” Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya.” (Yesaya 1 :3)
Mereka adalah generasi yang penuh kejahatan dan menista TUHAN, “Celakalah bangsa yang berdosa, kaum yang sarat dengan kesalahan, keturunan yang jahat-jahat, anak-anak yang berlaku buruk! Mereka meninggalkan TUHAN, menista Yang Mahakudus, Allah Israel, dan berpaling membelakangi Dia” (Yesaya 1:4). Bagaikan tubuh, sudah penuh luka,” Di mana kamu mau dipukul lagi, kamu yang bertambah murtad? Seluruh kepala sakit dan seluruh hati lemah lesu. Dari telapak kaki sampai kepala tidak ada yang sehat: bengkak dan bilur dan luka baru, tidak dipijit dan tidak dibalut dan tidak ditaruh minyak” (Yesaya 1:5-6)
Sebagai penghukuman, negeri mereka dijadikan sunyi karena mereka diangkut sebagai tawanan ke Babel dan harta milik dan hasil kebun dijarah oleh musuh,” Negerimu menjadi sunyi sepi, kota-kotamu habis terbakar; di depan matamu orang-orang asing memakan hasil dari tanahmu. Sunyi sepi negeri itu seolah-olah ditunggangbalikkan orang asing.” (Yesaya 1:7)
Mereka disebut sebagai Sodom dan Gomora, ikon kejahatan dahsyat masa lalu,”… kita sudah menjadi seperti Sodom, dan sama seperti Gomora. Dengarlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora!” (Yesaya 1:9b-10)
Meski demikian mereka tetap mempersembahkan kurban bakaran , merayakan hari-hari besar, berdoa kepada TUHAN. Hal itu dilihat TUHAN sebagai kemunafikan dan TUHAN tidak berkenan. Ingatlah bahwa TUHAN tidak hanya melihat di permukaan, tetapi TUHAN melihat sampai di lubuk kedalaman! “Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (1 Samuel 16:7)
TUHAN menolak korban bakaran yang mereka persembahkan dan dalam pemandangan TUHAN, Yehuda telah melecehkan Bait Allah. “”Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?” firman TUHAN; “Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai. Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku? Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan. “ (Yesaya 1:11-13)
TUHAN juga membenci perayaan dan ibadah yang mereka lakukan, karena itu hanyalah perbuatan semu. “Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya.” (Yesaya 1:14)
TUHAN juga membenci doa-doa yang mereka panjatkan. “Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.” (Yesaya 1:15)
Lalu apa yang TUHAN kehendaki?
- Membasuh, membersihkan diri dari perbuatan jahat (Yesaya 1:16a)
- Berhenti berbuat jahat (Yesaya 1:16b)
- Belajar berbuat baik (Yesaya 1:17a)
- Mengusahakan keadilan (Yesaya 1:17b)
- Mengendalikan orang kejam (Yesaya 1:17c)
- Membela hak-hak anak yatim (Yesaya 1:17d)
- Memperjuangkan perkara janda (Yesaya 1:17e)
Janji TUHAN kepada orang Yehuda dan kepada orang percaya saat sekarang ini adalah bahwa TUHAN akan mengampuni dosa dan kejahatan orang-orang yang bertobat dan memberkati mereka. “Marilah, baiklah kita beperkara! — firman TUHAN — Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu.” (Yesaya 1:18-19)
Namun sebaliknya jika mereka dan orang percaya jaman sekarang tidak bertobat, maka kebinasaan akan menimpa. “Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang.” Sungguh, TUHAN yang mengucapkannya.” (Yesaya 1:20)
Apa yang harus kita lakukan supaya hidup kita diberkati oleh TUHAN?
- Mengakui dosa-dosa dan kejahatan kita di hadapan TUHAN dengan sungguh-sungguh.
- Melakukan kebaikan, mengusahakan keadilan, mengedalikan orang kejam, membela hak-hak anak yatim, dan memperjuangkan perkara janda yang termarginalkan.
- Melakukan ibadah, mempersembahkan korban persembahan dengan dasar ketulusan.
*) Penulis tinggal di Ambarawa, melayani jemaat GITJ Winong Pepanthan Salatiga










