Jangan Takut, Allah Tempat Perlindungan

Kontemplasi156 Dilihat

Oleh: Suyito Basuki *)

JEPARA, wartaintegritas.com – Ada sebuah lagu yang sering kita dengar:

Di tengah ombak
Dan arus pencobaan
Hampir terhilang
Tujuan arah hidupku

Bagaikan kapal yang
Slalu diombang ambingkan
Mengharap kasihNya
Seolah-olah tiada mampu

…..

Pernahkan kita dalam kondisi seperti yang dialami penulis lagu di atas.  Kita yang barangkali sedang dalam ‘arus pencobaan’ dan ‘hampir terhilang tujuan arah hidup’?  Seorang ibu yang sedang diselingkuhi suaminya sehingga ia berkeinginan untuk mengakhiri hidupnya, seorang anak remaja yang dibully karena kondisi minim orang tua atau agamanya, seorang pemuda yang gagal berkali-kali dalam melamar pekerjaan, seorang bapak rumah tangga yang sudah berjuang bekerja keras siang malam tetapi belum bisa memenuhi harapan keluarga adalah beberapa contoh bagaimana kehidupan sedang dalam ‘arus pencobaan’ sehingga bisa menyebabkan ‘hampir terhilang tujuan arah hidup’.

Jika kita dalam kondisi seperti itu, maka baik sekali kita merenungan Mazmur 46:2 ini.  Dituliskan dalam Mazmur yang ditulis oleh Bani Korah yang adalah nenek moyang para penyanyi yang melayani di Bait Allah, bahwa “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.”

Kata tempat perlindungan dalam bahasa Ibraninya adalah machaceh.  Kata machaceh ini berarti perlindungan, tempat bernaung dari hujan atau badai, dari bahaya dan dari kepalsuan.  Dalam bahasa alkitab Inggris kata ini dterjemahkan refuge

Di Israel ada Kota perlindungan yang adalah  tempat orang yang tak sengaja membunuh orang lain dapat diselamatkan dari dendam sanak saudara orang yang telah terbunuh itu (Bil 35:11-14; Yos 21:13, 21, 27, 32, 38); sama dengan negeri perlindungan.  Jika orang tersebut masuk ke kota itu, maka amanlah hidupnya hingga nanti pengadilan resmi dari pemerintah dilakukan.

Kota perlindungan (Foto: GKA Gloria Bajem Sidoyoso)

Kota-kota tersebut adalah Di sebelah barat Sungai Yordan: Kedesh (di pegunungan Naftali), Sikhem (di pegunungan Efraim), Hebron (atau Kiryat-Arba, di pegunungan Yehuda).  Di sebelah timur Sungai Yordan: Bezer (di suku Ruben), Ramot-Gilead (di suku Gad), dan Golan (di suku Manasye, di Basan).

Selain disebut bahwa Allah adalah tempat perlindungan, Allah juga disebut sebagai ‘kekuatan’.  Kata ‘kekuatan’ dalam bahasa Ibraninya adalah oz.  Kata oz ini berarti  kekuatan, keperkasaan baik secara material atau fisik serta keperkasaan secara pribadi, sosial, atau politik.  Dalam alkitab bahasa Inggris disebut strength. 

Kekuatan Allah di Perjanjian Lama dapat disaksikan  dalam kekuasaan-Nya atas seluruh ciptaan sebagai raja yang berdaulat, dan dalam kekuatan-Nya yang Ia berikan kepada umat-Nya untuk pertolongan, perlindungan, dan keberlangsungan hidup. Allah digambarkan sebagai sumber kekuatan utama, kekal, dan setia.  Disebutkan kekuasaan dan kedaulatan sebagai Pencipta alam semesta karena Allah adalah pencipta langit dan bumi beserta isinya, menunjukkan kekuasaan-Nya yang tak terbatas atas segala ciptaan (Kejadian 1:1).  Disebutkan kekuasaan dan kedaulatan-Nya sebagai Raja di atas segala raja karena Ia berkuasa atas semua kerajaan bangsa-bangsa dan tidak ada yang dapat bertahan di hadapan-Nya (2 Tawarikh 20:6).  Dan disebutkannya Allah sebagai Penguasa abadi karena kekuasaan-Nya sebagai raja bersifat abadi, di mana bangsa-bangsa binasa dari tanah-Nya, tetapi Ia tetap ada untuk selama-lamanya (Mazmur 10:16). 

Allah berkenan memberikan kekuatan-Nya kepada umat oleh karenanya Allah disebut sumber kekuatan dan perlindungan: Allah digambarkan sebagai “kekuatanku dan perisaiku” bagi umat-Nya. Kepercayaan kepada-Nya menghasilkan pertolongan dan perlindungan (Mazmur 28:7).  Allah juga pemberi kekuatan baru: Bagi mereka yang menanti-nantikan Tuhan, Ia memberikan kekuatan baru agar mereka dapat berlari dan berjalan tanpa menjadi lelah (Yesaya 40:31).  Selain itu Allah juga penopang dalam kesesakan: Ia memberikan kekuatan kepada yang lelah dan semangat kepada yang tak berdaya. Bahkan di lembah kekelaman, umat tidak perlu takut karena Tuhan menyertai (Mazmur 23:4). Kemudian kekuatan Allah juga dinyatakan pada kesetiaan-Nya dalam perjanjian: Kekuatan Allah juga diwujudkan dalam kesetiaan-Nya untuk menepati perjanjian-Nya dengan umat-Nya, yang menjadi landasan tindakan penyelamatan-Nya (2 Samuel 7:14). 

Masalah apa yang sedang kita hadapi saat sekarang ini sehingga kita sedang berada di ‘arus pencobaan’ dan ‘hampir terhilang tujuan arah hidup’? Marilah kita berlindung kepada Allah yang adalah tempat perlindungan dan kekuatan kita.  Mari kita imani bahwa Allah sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti!

*) Penulis tinggal di Ambarawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *