Dukung Misi Perdamaian Dunia, Bupati Klaten Lepas 56 Bhikkhu Thudong Menuju Borobudur

Peristiwa310 Dilihat

​KLATEN — wartaintegritas.com — Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, secara resmi melepas keberangkatan puluhan Bhikkhu yang tengah menjalani ritual jalan kaki (Thudong) dari Vihara Bodhivamsa, Klaten, pada Senin (25/5/2026).

Para Bhikkhu tersebut melanjutkan perjalanan spiritual mereka membawa misi perdamaian dunia menuju Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

​Pelepasan ini dinilai sebagai simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah dan tokoh agama dalam menjaga serta merawat kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Sebelum melanjutkan perjalanan, para Bhikkhu sempat singgah dan bermalam di wilayah Klaten.

​Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo mengungkapkan rasa hormatnya karena Kabupaten Klaten menjadi bagian dari rute perjalanan suci ini. Menurutnya, momen ini membuktikan bahwa toleransi di Klaten bukan sekadar wacana, melainkan tindakan nyata.

​”Umat beragama di Klaten hidup berdampingan dengan damai. Semoga misi perdamaian ini sampai ke Borobudur dan pesannya menyebar ke seluruh dunia,” ujar Hamenang dalam sambutannya.

​Ia juga berharap nilai-nilai kerukunan, perdamaian, dan toleransi yang digaungkan oleh para Bhikkhu lintas negara ini dapat menginspirasi masyarakat luas secara berkelanjutan.

Indonesia Walk for Peace: Dari Bali ke Borobudur

​Perjalanan spiritual bertajuk “Indonesia Walk for Peace” ini berlangsung sepanjang bulan Mei, tepatnya dari tanggal 7 hingga 31 Mei 2026. Sebanyak 56 Bhikkhu dari berbagai negara turut serta dalam aksi ini sebagai simbol pluralisme dan pengendalian diri.

​Para Bhikkhu menempuh rute yang sangat panjang, dimulai dari Pulau Bali, menyeberang ke Banyuwangi, melintasi jalur darat Pulau Jawa, hingga nantinya finis di Candi Borobudur menjelang perayaan Hari Raya Waisak.
​Dalam tradisi Buddhis, ritual berjalan kaki ribuan kilometer ini disebut sebagai Thudong. Praktik asketisme ini bertujuan untuk:

  • ​Melatih kesabaran dan kerendahan hati.
  • ​Menjadi sarana meditasi berjalan.
  • ​Menyebarkan pesan persaudaraan dan doa untuk perdamaian dunia.

​Selain berfokus pada perayaan Waisak, rangkaian kegiatan Thudong ini juga dipersiapkan sebagai pemantik nilai-nilai toleransi yang akan dibawa dalam ajang internasional Pekan Kerukunan Internasional di Manado pada akhir Oktober 2026 mendatang.

(Benyamin Hadinagara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *