“Festival Bunga Bandungan”, Bisa Membawa Dampak Positif & Berkelanjutan di Berbagai Sektor

Peristiwa296 Dilihat

KAB.SEMARANG — wartaintegritas.com — Aneka jenis bunga dengan berbagai aroma dan berbagai warna mewarnai kegiatan Festival Bunga Bandungan ke-5 Tahun 2026 yang digelar di Bandungan, Kabupaten Semarang pada Minggu (05/07/2026) siang. Berbagai bunga dengan berbagai warna dan jenis tersebut menghiasi kendaraan berhias bunga yang menjadi peserta pada puncak acara “Festival Bunga Bandungan” yang melaju pada ruas jalan Ambarawa – Bandungan.

Tidak kurang dua pukul mobil hias dengan dipenuhi aneka jenis bunga segar maupun kertas itu melaju lambat dan berarak dari pelataran Wahid Bandungan Hotel & Resort, Ambarawa menuju RTH Bandungan dan berakhir di Lapangan Desa Jetis, Kecamatan Bandungan. Bahkan, di sisi kanan kiri sepanjang jalan dilewati parade mobil hias bunga ini dipenuhi warga yang melihat festival ini.

Festival Bunga Bandungan 2026 ini melibatkan para petani bunga dari beberapa desa di Bandungan dan sekitarnya. Bukan itu saja, terlibat juga pedagang bunga maupun komunitas kesenian tradisional di wilayah Bandungan yang meramaikan dan memeriahkan festival.

Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha yang hadir pada acara Festival Bunga Bandungan menyampaikan, pihaknya sangat berharap bahwa Festival Bunga Bandungan ini menjadi salah satu kegiatan rutin tahunan yang menarik di Kabupaten Semarang. Pasalnya, kegiatan ini membawa dampak positif dan berkelanjutan di berbagai sektor. Mulai dari pertanian, ekonomi kreatif, pemberdayaan UMKM, serta utamanya pariwisata itu sendiri.

“Harapannya, Festival Bunga Bandungan ini dapat meningkatkan kesejahteraan khususnya petani dan pedagang bunga serta masyarakat luas secara umum. Selain itu, untuk kesenian tradisional juga dapat berkembang karena diberikan tempat disini,” jelas H. Ngesti Nugraha.

Sementara itu, Ketua Persatuan Petani Pedagang Bunga Bandungan (P3BB), Endro Pranoto melaporkan, bahwa Festival Bunga Bandungan ini sudah rutin digelar setiap tahun. Salah satu tujuannya yakni untuk mempromosikan potensi bunga potong segar Bandungan ke pasar nasional bahkan internasional.

“Terkait dengan sejarah tentang bunga dari Bandungan itu sudah dikenal sejak zaman kerajaan Syailendra dulu yang utamanya dipakai sebagai sesaji. Kami para petani, pedagang dan pelaku usaha bunga lainnya berkeinginan potensi bunga segar di Bandungan ini dapat dikenal dunia,” ujar Endro Pranoto.

Dalam kirab atau parade mobil hias bunga, Festival Bunga Bandungan ini dimeriahkan dengan berbagai acara dengan melibatkan masyarakat Bandungan. Rangkaian festival bunga ini digelar selama tiga hari, pada 3-5 Juli 2026. Di antaranya aneka kegiatan lomba, workshop merangkai bunga, pertunjukan kesenian tradisional.

Selain itu, acara bertambah menarik dan semarak dengan hadirnya Putri Indonesia Pariwisata 2026 yakni Karina Moudy Widodo. Nampak hadir juga, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Bagus Suryo Kusumo.

“Saya sangat berharap kegiatan Festival Bunga Bandungan ini dapat terus dikembangkan. Kami siap komunikasikan dengan Pemprov Jateng untuk kemungkinan pengembangannya ke depan,” pungkas Bagus Suryo Kusumo.

Berbagai tanggapan dan komentar turut menghiasi gelaran tahunan Festival Bunga Bandungan ini. Sebagian besar menanggapinya positif dan penuh kebanggaan. Intinya, sangat mendukung kegiatan ini.

“Kami sangat senang dan bangga bahkan apresiasi atas terselenggaranya Festival Bunga Bandungan ini. Dari tahun ke tahun, semakin bagus dan berkembang. Selain itu, dirangkai pula dengan kegiatan seminar, aneka lomba, maupun penampilan kesenian tradisional. Hal ini menunjukkan bukan terkonsentrasi pada festivalnya saja. Harapannya, dapat menjadi agenda tetap tahunan khususnya di Kecamatan Bandungan,” kata Maya Safitri (50) didampingi Retno Winarni (48), keduanya warga Kecamatan Bandungan.

Selain itu, harapannya kepada Dinas Pariwisata maupun Pemkab Semarang dapat juga membuat festival lain yang mempunyai ciri khas. JikaMempunyaian dengan Festival bunga, mungkin wilayah lain bisa digerakkan dengan festival makanan tradisional, festival kesenian tradisional, ataupun festival lain yang menonjolkan kedaerahannya.

(Heru Santoso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *