KLATEN – wartaintegritas.com — Pemerintah Kabupaten Klaten secara resmi membuka pelaksanaan Karya Bakti Mandiri Klaten Bersinar (KBMKB) ke-35 Tahun Anggaran 2026 di Desa Somokaton, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, pada Selasa (7/7/2026). Upacara pembukaan yang berlangsung khidmat di Lapangan SMA Negeri 1 Karangnongko ini dipimpin langsung oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom., selaku Inspektur Upacara.
Program terpadu yang digulirkan mulai 7 Juli hingga 4 Agustus 2026 ini berfokus pada percepatan pembangunan wilayah melalui kolaborasi lintas sektor antara Pemkab Klaten, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat. Salah satu sasaran fisik utama dalam KBMKB kali ini adalah pembangunan talud sepanjang 435 meter serta betonisasi jalan sepanjang 313 meter.
Jalur betonisasi sepanjang 313 meter tersebut dialokasikan secara khusus untuk membangun Jalan Usaha Tani (JUT) yang menjadi urat nadi perekonomian warga Desa Somokaton.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran TNI-Polri, pejabat pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat serta warga Desa Somokaton yang antusias mengikuti jalannya upacara.
Kepala Desa Somokaton, Dwi Dono Lisnanto, S.P., M.M., mengungkapkan bahwa proyek ini merupakan jawaban atas penantian panjang para petani setempat.
”Jalan usaha tani dan talud yang dibangun ini memiliki panjang 313 meter dengan ketebalan 12 sentimeter. Lahan ini sebelumnya merupakan area persawahan. Namun, kami di pemerintah desa berinisiatif membuka jalan baru ini karena sebenarnya jalur tersebut sudah terdata dan memiliki gambar resmi, baik di sertifikat maupun data desa,” ujar Dwi Dono saat memberikan keterangan.
Dwi Dono menambahkan, sebelum akses jalan ini dibuka secara fisik sejak sekitar tiga tahun lalu, para petani kerap kesulitan saat masa tanam maupun panen tiba. Mereka terpaksa memutar melalui jalur lain yang jaraknya cukup jauh hanya untuk mengangkut hasil bumi.
Dengan adanya program KBMKB ke-35 ini, proses mobilisasi pertanian di Desa Somokaton dipastikan akan jauh lebih efisien. Kades Somokaton optimis infrastruktur baru ini tidak hanya memangkas waktu kerja petani, tetapi juga membawa efek domino bagi perekonomian desa.
”Harapan kami, dengan dibangunnya jalan ini, lalu lintas produksi pertanian menjadi lancar. Jadi selain bisa meningkatkan hasil pertanian warga, keberadaan akses jalan beton yang memadai ini nantinya juga akan otomatis meningkatkan nilai jual tanah di sekitarnya,” imbuhnya.
Sinergi Lintas Sektor Lewat Gotong Royong
Dalam amanatnya, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan bahwa program KBMKB merupakan salah satu bentuk nyata sinergi lintas sektor yang selama ini menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pemerataan pembangunan di Kabupaten Klaten.
“Melalui kebersamaan, pekerjaan yang berat akan terasa ringan dan hasil pembangunan akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Program ini bukan sekadar membangun jalan atau talud, tetapi juga membangun semangat persatuan, kepedulian, dan partisipasi masyarakat,” ujar Bupati.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Desa Somokaton untuk terus menghidupkan budaya gotong royong sebagai warisan luhur bangsa Indonesia serta merawat infrastruktur yang telah dibangun agar memiliki usia manfaat yang panjang.
Senada dengan Bupati, Komandan Kodim 0723/Klaten yang diwakili Kasdim Mayor Inf Ismail Syahuruddin, S.Sos., menilai pembukaan jalan usaha tani ini menjadi langkah taktis yang memberikan manfaat nyata bagi perekonomian warga desa.
”Melalui kegiatan ini, pembangunan infrastruktur dapat membuka akses yang lebih baik, memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus menambah potensi perekonomian desa. Dengan infrastruktur yang semakin baik, aktivitas masyarakat akan meningkat sehingga berdampak positif terhadap kesejahteraan warga,” pungkas Kasdim.
(Benyamin Hadinagara)










