Dies Natalis UKSW Salatiga ke-69, Wapres Gibran Rakabuming Raka Harap Kampus Hasilkan Lulusan Terbaik, Berdaya Saing dan Miliki Adaptasi Tinggi

Pendidikan208 Dilihat

SALATIGA, wartaintegritas.com – Bertempat di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Senin 1 Desember 2025, UKSW dalam rapat Senat Terbuka adakan peringatan Dies Natalis ke-69.  Hadir dalam acara selain para sivitas akademika, juga perwakilan gereja-gereja pendukung, pejabat pemerintahan tingkat kota dan provinsi serta para tamu undangan lainnya. 

Dies natalis yang mengambil tema Tetaplah Berakar, Bertumbuh, dan Berbuah ini menghadirkan Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka melalui pesan video.

Gibran Rakabuming Raka berharap UKSW dapat menghasilkan lulusan terbaik dan berdaya saing yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi, terhadap perkembangan teknologi terkini.  “Sebagai salah satu PTS terbaik di Indonesia, saya percaya UKSW mampu membuat terobosan dan inovasi di bidang pendidikan yang dapat menarik minat dan bakat para generasi muda sehingga menjadi generasi muda yang kompeten, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila,” demikian jelas Wapres dari kantor kewapresannya.

Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak., CA., CMA., QIA., C.Fra., Rektor UKSW, dalam orasinya di arena pertunjukan orkestra yang berkolabrasi dengan tarian, dengan narasi puitis, menyampaikan bahwa UKSW di tahun 2025 telah menerima 3049 mahasiswa baru, 4568 mahasiswa PPG.  Total mahasiswa di tahun 2025 ada 7617 mahasiswa. Dijelaskan lebih lanjut bahwa sejak 2022 hingga 2025 terdapat 31 guru besar, 75 Lektor Kepala, 211Lektor, dan 118 Asisten Ahli.  UKSW menurut penjelasan rektor perempuan pertama di UKSW ini, terakreditasi institusi unggul, terdapat  31 profesor, 50 prosen atau 32 program studi sudah terakreditasi unggul, sisanya A, Baik Sekali dan Baik. 

“Bahkan Akreditasi Internasional  kita dapatkan untuk 3 program studi S1 Teologi, S2 Magister Sosiologi Agama, dan Doktor Sosiologi Agama.  Serta kita memiliki kelas Internasional yakni Fakultas FEB, FKIP, dan FTI.,” demikian urai Intiyas Utami dengan semangat. 

Lebih lanjut dijelaskan oleh Intiyas Utami bahwa UKSW juga mendapat pernghargaan PTS di Jateng dan berhasil meraih juara 1 Mandaya Award 2025 dari Menko Pemberdayaan Masyarakat.  Sementara itu di tahun 2025 terdapat 196 publikasi ilmiah, Q1 322, Q2 295, Q3 273, Q4 292. 

Prof. Intiyas Utami saat di panggung (Foto: You Tube/ Suyito Basuki)

“Di tahun 2025 UKSW sudah masuk dalam Scimago Institutional Ranking dengan kategori Q1 (Quartile tertinggi).  Bidang riset unggulan UKSW ranking 23 untuk Computer Science, ranking 37 Bussines Management dan Accounting, ranking 53 Social Science se Indonesia.  Total Hak Cipta 2025 274 dan 12 patent granted dari berbagai penelitian,” tambah Intiyas Utami sembari berharap supaya  berbagai pihak dosen, siswa, guru, laboran, seniman, dapat bersinergi mendukung keberadaan UKSW. 

“Kita memiliki kinerja prestasi mahasiswa peringkat ke-3 tingkat nasional, peringkat ke-9 tingkat internasional, dan prestasi mahasiswa lainnya di bidang paduan suara, olah raga basket bal dan lain-lain,” imbuh Intiyas Utami yang saat di panggung seolah berperan sebagai seseorang yang memberi review kepada seorang tokoh yang turut bersamanya yang ia sebut dengan panggilan “Satya”.

Terkait dengan kinerja dana dikti dan PPG di tahun 2025 UKSW mengelola dana 1,8 M di tahap I PPG, 1,1 M PPG tahap 2, dan 660 juta PPG tahap 3.  Total dengan peserta 4566 dana yang dikelola 3, 6 M untuk GTK dalam jabatan.  Sementara itu menurut Intiyas, dana hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sejumlah 10,3 M di tahun 2025 dengan perincian dana penelitian 8,3 M, dana PKM 1 M, dan dana inovasi 943 juta. 

“UKSW masuk dalam klaster mandiri penelitian dan pengabdian masyarakat.  UKSW juga mendapat Anugrah Humas Diktisaintek 2025 tingkat Lidikti VI,  Juara 1 Pengelolaan Laman Terbaik, Juara 2 Pengelolaan Sosial Media Terbaik.   Selain itu juga mendapat Anugrah Kerja Sama Diktisaintek 2025tingkat Lidikti VI Juara 3 dan 2,” demikian Intiyas Utami yang memiliki basis sebagai ekonom ini.

Agung Wijayanto, S.Pd., M.Pd, kepala Cabdin Wilayah V Jateng membacakan sambutan Gubernur Jateng, berharap UKSW Berakar dengan berpijak pada nilai-nilai kristiani, integritas dan nilai-nilai yang menjadi pondasi kampus berdiri.  Selain itu juga berharap UKSW bertumbuh terus memperluas kapasitas akademik, meningkatkan kualitas penelitian, memperkuat jejaring internasional, serta membangun pendidikan yang adaptif di era AI kecerdasan buatan ini, serta berbuah tidak hanya berkembang untuk UKSW sendiri tetapi hasilkan mafaat nyata di masyarakat. 

“Tidak saja hasilkan lulusan cerdas secara intelektual, tetapi juga peduli, inovatif dan berdaya saing, lulusan yang menjadi garam dan terang di tengah masyarakat,” demikian jelas Agung Wijayanto.

Selanjutnya disampaian bahwa Pemerintah Jateng mengapresiasi, hampir 7 dekade banyak gagasan, riset dan inovasi lahir dari UKSW yang menjadi rujukan pembangunan daerah. 

“Di tengah tantangan global, perguruan tinggi semakin penting, UKSW dengan keragaman akademik dan intelektualnya harus terus menjadi rumah dialog, pembelajaran dan kearifan, serta menghasilkan generasi muda yang siap berkarya dan melayani bangsa,” demikian tegas Agung Wijayanto sambil mendorong UKSW untuk semakin memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha dan komunitas yang lain agar di kampus dapat memberikan dampak yang langsung bagi Jawa Tengah, khususnya pengembangan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam acara Dies Natalis yang dipenuhi dengan rasa syukur dan bahagia itu diluncurkan Gerakan Kampusku, Floraku.  Program yang dilakukan oleh Fakultas Biologi dan Fakultas TI ini melakukan penamaan pohon-pohon di kampus dan digitalisasi pohon.  Program ini dalam tujuan yang lebih luas adalah untuk menjaga flora nusantara.  Dalam acara tersebut diserahkan penghargaan kepada Prof. Sunarto Notosudarmo, insan unggul kampus UKSW, sebagai penggagas awwal program tersebut.  

Dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan buku Imago Dei hasil konsorsium FKIP, Fakultas Seni dan Pertunjukan, serta Fakultas Teologi.

Prof Franqois Semah yang bekerja sama melakukan penelitian warisan budaya, memberi penilaian bahwa UKSW adalah universitas yang sangat terbuka.  Mahasiswa bisa bertemu dengan pimpinan universitas dan fakultas secara langsung.  Selain itu UKSW menurut Profesor yang sejak tahun 2012 melakukan penelitian di Sangiran itu menilai bahwa UKSW adlah universitas lintas interdisiplin. 

“Pernah mahasiswa dengan dasar disiplin ilmu 5 fakultas bergabung untuk mengadakan sebuah pertunjukan kepada masyarakat,” demikian urai  Franqois Semah berkebangsaan Perancis ini.

(Suyito Basuki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *