SURAKARTA – wartaintegritas.com – SMA Warga Surakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran bermakna melalui Gelar Karya Kokurikuler yang diselenggarakan pada 18–19 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi puncak implementasi pembelajaran lintas disiplin yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga penguatan karakter, kreativitas, dan keterampilan abad ke-21.
Mengusung tema besar “No Limits: Feeds The Future with Science and AI”, gelar karya tahun ini menghadirkan dua wajah pembelajaran yang saling melengkapi: ekspresi seni dan inovasi sains berbasis teknologi.
Pada Selasa, 19 Mei 2026, siswa kelas XI menampilkan pementasan drama bertajuk “Panggung Remaja: Cerita Kita, Citra Kita”. Sejak pagi, rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama, menyanyikan lagu kebangsaan, serta sambutan pembuka sebelum memasuki sesi penampilan antarkelas yang berlangsung secara bergantian hingga siang hari.

Melalui pementasan tersebut, siswa mengangkat beragam dinamika kehidupan remaja—mulai dari pencarian jati diri, relasi sosial, hingga tantangan etika di era digital. Setiap kelompok menghadirkan interpretasi cerita yang kuat, didukung oleh penghayatan karakter, tata artistik, serta alur dramatik yang reflektif. Tidak sekadar menjadi hiburan, panggung ini menjadi media edukatif yang menyampaikan nilai-nilai kehidupan secara kontekstual.
Di sisi lain, siswa kelas X menghadirkan karya berbasis sains dan teknologi melalui presentasi ilmiah dan pameran poster. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas mata pelajaran—Bahasa Inggris, Biologi, PKN, dan KKA—yang mengintegrasikan kemampuan komunikasi global, literasi digital, serta pemahaman isu-isu strategis.
Berbagai topik inovatif diangkat, terutama terkait bioteknologi dan ketahanan pangan Indonesia. Siswa tidak hanya melakukan kajian ilmiah, tetapi juga memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses riset, pengolahan data, hingga penyajian visual. Hasilnya tampak dalam presentasi berbahasa Inggris yang komunikatif serta poster yang informatif dan menarik.
Area pameran disulap menjadi mini exhibition yang interaktif. Para pengunjung, baik guru maupun siswa, dapat berdialog langsung dengan para presenter, menciptakan suasana belajar yang hidup, kolaboratif, dan inspiratif.
Sebagai bentuk apresiasi, sekolah juga memberikan penghargaan dalam beberapa kategori, seperti Best Presenter, Best Poster, dan Best Teamwork. Penghargaan ini menjadi motivasi sekaligus pengakuan atas dedikasi dan kerja keras siswa dalam menghasilkan karya terbaik.

Kepala SMA Warga Surakarta dalam sambutannya menegaskan bahwa gelar karya merupakan ruang strategis untuk menampilkan capaian belajar secara utuh.
“Gelar karya menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan, bukan hanya kognitif tetapi juga keterampilan. Gelar karya dapat dipakai untuk menampilkan good character dan good competence murid SMA Warga. Sekolah mengapresiasi totalitas murid-murid dalam gelar karya kali ini,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, SMA Warga Surakarta tidak hanya menghadirkan ajang unjuk karya, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran yang mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sejalan dengan tema yang diusung, semangat No Limits menjadi refleksi bahwa peserta didik didorong untuk melampaui batas, berpikir visioner, dan berkontribusi nyata bagi masa depan—think big, act smart, feed the future.
(Purwoto)










