SALATIGA, wartaintegritas.com – Dalam rangka memperingati hari lahir atau Dies Natalis Fakultas Hukum ke-66 Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Panitia Dies Natalis, Jumat 5/12/2025 di Balairung UKSW mengundang dua orang musisi fenomenal, yakni Ray Martosono dan Hezky Joe. Ray Martosono dikenal sebagai pemusik yang bisa memainkan berbagai alat musik. Sedangkan Hezky Joe adalah musisi muda yang sedang naik daun dengan lagu ciptaan-ciptaannya.
Di hadapan para penonton yang terdiri dari sivitas akademika Fakultas Hukum UKSW baik Ray Martosono dan Hezky Joe memberikan tips-tips bagaimana mereka menggapai bintang atau mencapai popularitas dalam karier mereka bermusik. Dengan dipandu oleh Ketua Panitia, Dr. Jumiarti, S.H., M.Hum sebagai moderator, tips-tips yang disampaikan Ray Martosono dan Hezky Joe disimak dengan cermat oleh para mahasiswa yang memang sedang mencari cara untuk menggapai impian-impian mereka.

Ray Martosono memberikan tips supaya dapat menggapai bintang maka seseorang menurutnya jangan mudah menyerah, perlu memiliki orang-orang yang memberi suport yakni keluarga, sahabat. Selain itu ia juga mengatakan bahwa orang yang mau menggapai bintang jangan hanya mendengar nasihat dari orang baik di sekitar saja, tetapi hendaknya juga memperhatikan suara orang-orang yang membenci.
“Kata-kata orang yang membenci kita dapat menjadi bahan evaluasi bagi kemajuan kita,” ujarnya di atas panggung. Dalam percakapan pribadi dengan penulis, Ray mengaku banyak orang yang membencinya saat ia mulai banyak belajar main musik. Apalagi saat orang melihat rumah dan koleksi mobil atau motornya. Orang melihat Ray Martosono adalah orang yang kaya, padahal barang-barang itu tidak semua dibelinya. “Tiba-tiba saja orang kasih rumah yang bernilai miliaran rupiah dan orang tiba-tiba saja kasih mobil, saxophone yang harganya ratusan juta rupiah,” demikian pengakuan Ray yang dari namanya “Martosono” dia tahu bahwa dia dan keluarga itu masih keturunan Sultan Hamengkubuwono II, raja Kraton Yogyakarta pada masa itu.
Sementara itu Hezky Joe memberikan tips agar bisa menggapai bintang yakni dengan cara mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. “Kita harus terbuka untuk belajar, karena dengan itu kita bisa membentuk karakter kesabaran dan lain-lain. Ketika kita mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, maka suatu ketika akan tiba waktunya kita dapat meraih bintang yang kita harapkan,” demikian Hezky Joy.

Terhadap bagaimana menyikapi musik, Hezky Joe mendorong mahasiswa hukum untuk memberi kontribusi sehingga bisa memberikan inovasi.
Ray Martosono sendiri mengatakan,”Musik itu memiliki kegunaan bisa menghilangkan stres dan dapat meluapkan emosi.” Ray Martosono dalam percakapan pribadi dengan penulis mengatakan bahwa ia menghabiskan waktu 2 jam seharinya untuk sebuah alat musik yang ditekuninya, sehingga kalau dalam sehari dia menekuni 5 alat musik berarti ia menghabiskan 10 jam untuk menekuni alat musik itu. Di kesempatan itulah dia bisa menghilangkan stres dan meluapkan emosinya, selain tentu saja menambah skill bermain alat musiknya.

Ray Martosono juga mendorong mahasiswa-mahasiswa Fakultas Hukum untuk berkarya. “Ciptakanlah lagu-lagu dengan tema keadilan, kesetaraan, dan nasionalisme,” demikian Ray Martosono yang mendapatkan Rekor MURI 12 Mei 2013 dengan Nomor Rekor 01109 karena memainkan 18 alat musik dalam sebuah lagu (Piano, Drum, Bass, Gitar, Biola, Saxophone, Melodian, Jimbe, Marakas, Cajon, Flute, Suling, Kalimba, Happy Drum, Recorder, Mandalion, Rain Stick, Thunder dan Angklung) ini.
Sesudah acara Talk Show, Ray Martosono dan Hezky Joy tampil berkolaborasi dalam beberapa lagu. Sementara Hezky Joe bernyanyi dengan petikan melodi gitarnya, Ray Martosono memainkan melodi dengan alat musik keyboard dan alat-alat musik lainnya.
(Suyito Basuki dan Yahya Kumarawangi)
















