SKUB Tanamkan Nilai-nilai Kerukunan, Toleransi, dan Moderasi Beragama pada Generasi Muda

Pendidikan506 Dilihat

KARANGANYAR, wartaintegritas.com – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karanganyar kembali menggelar Program Sekolah Kerukunan Umat Beragama (SKUB) sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menanamkan nilai-nilai kerukunan, toleransi, dan moderasi beragama sejak dini kepada generasi muda.

Kegiatan yang memasuki Angkatan VII ini dilaksanakan di SMA Negeri Tawangmangu pada 14–15 November 2025, bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar dan Badan Kesbangpol sebagai mitra strategis FKUB.

Pelajar Lintas Agama Berkolaborasi dalam Ruang Moderasi

SKUB Angkatan VII diikuti oleh 145 pelajar perwakilan OSIS, ROHIS, dan utusan siswa-siswi lintas agama dari SMA/SMK/MA se-Kabupaten Karanganyar. Para peserta merupakan representasi keberagaman agama di sekolah – Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha – yang dikumpulkan dalam satu ruang pembelajaran moderasi beragama.

Program ini menjadi wadah strategis bagi FKUB Karanganyar untuk membangun kesadaran kerukunan pada Generasi Z, sekaligus menyiapkan mereka menjadi duta toleransi di sekolah masing-masing. Pada tahap berikutnya, FKUB Karanganyar juga tengah mengembangkan Program Pojok Moderasi yang menyasar kalangan mahasiswa lintas agama, dipandu oleh Dr. Paulus Purwoto, M.Ag.

Kolaborasi Pemerintah dan Tokoh Lintas Iman

Kegiatan dibuka dengan menyanyikan Indonesia Raya, laporan kegiatan oleh panitia, dan sambutan oleh Ketua FKUB Karanganyar Ir. KH. Khuzaini Hasan, dilanjutkan sambutan dan pembukaan resmi oleh perwakilan Kesbangpol Kabupaten Karanganyar.

Acara pembukaan berlangsung hangat dengan semangat menyatukan perbedaan sebagai kekuatan bangsa. FKUB menegaskan bahwa kerukunan bukan hanya wacana, tetapi tindakan nyata yang harus dipupuk sejak bangku sekolah

Rangkaian Kegiatan

Pada hari Pertama, terdapat kegiatan Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Toleransi.

Pada Jumat siang, peserta mengikuti tiga materi utama dari FKUB: 1. Peta Cinta Tanah Air (Komitmen Kebangsaan)  Materi ini mengajak peserta memahami cinta tanah air sebagai nilai universal dalam agama-agama. Melalui aktivitas “Peta Diri – Peta Negeri”, peserta menggambar peta Indonesia dan merefleksikan betapa besarnya keberagaman nusantara yang harus dijaga dengan semangat persatuan, 2. Agree or Disagree (Toleransi)       Dengan metode diskusi posisi, peserta berdiri di sisi “Setuju” atau “Tidak Setuju” atas berbagai pernyataan seputar kehidupan lintas iman. Kegiatan ini melatih keberanian berpendapat, kemampuan memahami perspektif berbeda, dan mempraktikkan toleransi secara langsung, dan 3. Ujaran Damai (Antikekerasan)  Peserta diajak memahami bahwa kekerasan bukan hanya fisik, tetapi juga bisa muncul dari ujaran di dunia digital. Dalam simulasi “Filter Damai”, mereka mengubah komentar negatif menjadi pesan damai yang lebih membangun.

Chill Talk Harmony bersama Bupati dan Wakil Bupati

Pada malam hari, suasana makin inspiratif lewat sesi Chill Talk Harmony bersama Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar. Dalam dialog santai ini, pemimpin daerah memberikan motivasi agar generasi muda menjadi pelopor harmoni dan kerukunan.

Hari pertama ditutup dengan prosesi refleksi lilin. Cahaya lilin yang menyala menjadi simbol komitmen peserta untuk menjaga toleransi dan mempererat persaudaraan lintas agama.

Hari Kedua terdapat kegiatan Outbond Moderasi Beragama dan Deklarasi Generasi Z. Sabtu pagi peserta mengikuti morning motivation, sarapan, dan persiapan untuk kegiatan outbond. Outbond ini dirancang bukan sekadar permainan, tetapi sebagai media pembelajaran nilai-nilai moderasi.

Kegiatan outbond memberikan pengalaman langsung bahwa keragaman bukan penghalang, tetapi kekuatan untuk mencapai tujuan bersama.

Deklarasi Moderasi Generasi Z

Menjelang siang, seluruh peserta berkumpul untuk membacakan Deklarasi Moderasi Beragama Generasi Z Kabupaten Karanganyar.  Deklarasi ini meneguhkan komitmen pelajar untuk: menjadi pelopor toleransi; menolak segala bentuk kekerasan dan ujaran kebencian;  menjaga persatuan bangsa dalam bingkai keberagaman agama dan budaya.

Acara SKUB Angkatan VII kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang mengabadikan semangat kebersamaan peserta lintas agama. 

Program SKUB Angkatan VII di SMAN Tawangmangu membuktikan bahwa nilai-nilai kerukunan dapat ditanamkan secara kreatif, menyenangkan, dan bermakna. Dengan pendekatan interaktif, dialog lintas iman, permainan edukatif, dan refleksi spiritual, FKUB Karanganyar berhasil menghadirkan model pendidikan moderasi yang relevan bagi Generasi Z.

Harapannya, para pelajar yang terlibat akan menjadi Duta Kerukunan di sekolah dan lingkungan masing-masing, sekaligus menjadi fondasi bagi Indonesia yang damai, inklusif, dan toleran.

(Purwoto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *