Sekolah Kristen Lentera Ambarawa Lakukan Kegiatan Bersih Kota

Pendidikan430 Dilihat

AMBARAWA, warta integritas.com – Jika kita dari arah Bandungan mau masuk ke Ambarawa, maka setelah Kecamatan Ambarawa ada sebuah sekolah.  Itulah Sekolah Kristen Lentera Ambarawa.  Sekolah yang didirikan sejak  1 Juli 2007 ini memiliki lembaga pendidikan KB-TK, SD, dan SMP. Murid KB-TK, laki-laki  40 anak, perempuan : 47  anak, total 87 anak.  Murid SD, laki-laki 121 anak, perempuan 125 anak, total 246 anak.  Murid SMP laki-laki 79 anak, perempuan 86 anak, total 165 anak.  Motto Sekolah Kristen Lentera adalah “Menjadi baik, lebih baik, dan terbaik.”  Siswa Sekolah Kristen Lentera Ambarawa beralamatkan diJalan Dr. Cipto Mangunkusumo No.20, Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa, Parnotan, Kranggan, Kec. Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah 50612.

Kamis 16/1/2026 yang baru lalu, SDK Lentera Ambarawa ini mengadakan kegiatan membersihkan lingkungan di Alun-alun Ambarawa atau orang sekitar alun-alun menyebutnya Alun-alun Tambakboyo.  Di tengah kegiatan “Bersih Kota” yang diadakan oleh Sekolah Kristen Lentera tersebut, Dian Aprianto, S.Pd. (33) yang ditemui di alun-alun Ambarawa daerah Tambakboyo menjelaskan,“Kegiatan bersih kota memberi kesadaran anak-anak untuk mencintai kotanya.  Sekalipun jarang datang ke lokasi ini tetapi ada event untuk datang dan pengin berkontribusi,” demikian Dian Aprianto menerangkan.  

“Tidak saja di Alun-alun Ambarawa, hari ini ada murid-murid yang lain berada di Pasar lanang, GOR Ambarawa dan fasilitas-fasilitasa umum seperti jalan-jalan yang ada di sekitar sekolah.  Anak-anak klas kecil berada di daerah Kupang,” terang Dian Aprianto asli Salatiga yang sudah cukup lama bermukim di Ambarawa ini. 

Menurut Dian Aprianto, program kegiatan Bersih Kota ini diadakan satu semester sekali di awal semester.  Di semester satu diadakan di bulan Juli saat mendekati peringatan hari kemerdekaan tujuh belas agustus.  Tujuan diadakannya kegiatan ini sungguh menarik, hendak memberi kesadaran pentingnya kebersihan pada anak.  

“Tujuannya agar anak-anak sadar akan kebersihan karena mungkin di rumah belum terbiasa akan hal itu, maka sekolah mendidik mereka.  Jadi sekolah lebih mengajak anak-anak sadar dengan kebersihan lingkungan, dan itu tanggung jawab bersama.  Guru hanya mengarahkan untuk itu,” jelas Dian Aprianto.

“Kami ada yang namanya istilah Before dan After.  Kami melihat ada perubahan setelah kegiatan ini.  Meski hanya sedikit perubahannya, namanya masih anak-anak,” demikian ujar Dian Aprianto yang kemudian menyebutkan adanya masyarakat yang memberi apresiasi positif terhadap kegiatan ini. “Masyarakat berterima kasih, ngasih jempol bahkan ada yang ngasih air mineral.  Mungkin memang awalnya aneh melihatnya karena tidak biasa,” demikian Dian Aprianto yang berharap semua elemen masyarakat bergerak terhadap kebersihat lingkungan sehingga kota Ambarawa menjadi kota yang bersih. 

“Jika tempatnya bersih, maka kalau untuk berjualan, rejekinya akan lancar,” pungkas Dian Aprianto sambil tersenyum optimis.

Tidak saja Dian Aprianto yang mendampingi kegiatan Bersih Kota tersebut, tetapi juga ada guru yang lain, Irla Nur Hestiyana, M.Pd., dan Telly Margaretha, S.Pd. yang ikut mendampingi kegiatan anak-anak SD di alun-alun Ambarawa tersebut. 

(Suyito Basuki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *