Peringati 1 Sura (1 Muharam) 1448 H, Permadani Ambarawa Gelar “Sarasehan Budaya”

Seni Budaya47 Dilihat

KAB. SEMARANG — wartaintegritas.com — Menyambut datangnya bulan Sura (1 Muharam) tahun 2026, Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) – DPC Ambarawa menggelar Peringatan “1 Sura & Sarasehan Budaya”, di Grha Abdi Praja (Pendapa Kecamatan Ambarawa), Selasa (16/06/2026) siang hingga sore.

Ketua Permadani DPC Ambarawa, Ali Achmad Sueb, menjelaskan bahwa kegiatan ini dapat dikatakan “mapak” peringatan 1 Sura atau peringatan Tahun Baru Hijriyah. Pada kegiatan ini, pihaknya sengaja mengumpulkan warga Permadani dari Kecamatan Ambarawa dan sekitarnya. Mereka semua bergabung bersama-sama “nyawiji” dengan budayawan lain.

“Para pegiat budaya yang bergabung yakni dari Tosan Aji Banyu Biru, Bawen, Tuntang, Sumowono, Jambu, dan Bandungan. Permadani Kabupaten Semarang, Komunitas Wanita Berkebaya, Sanggar Prasama Praguman Desa Pasekan Ambarawa, Sangar Trisno Budiyono Bergas, dan para pegiat budaya dari Kabupaten Semarang yang lain. Intinya, kegiatan ini sebagai salah satu wujud dalam melestarikan budaya nusantara,” ujar Ali Achmad Sueb.

Ditambahkan, bahwa kegiatan ini dapat terlaksana sesuai rencana, seluruh biaya dari anggota Permadani. Apa pun dan berapa pun jumlahnya yang akan disumbangkan dalam kegiatan ini harus diterima.

“Yang harus diingat dan utamanya, kita sebagai orang Jawa harus selalu ingat bahwasanya, ee, 1 Sura itu adalah salah satu bulan yang sakral, bulan yang suci. Karena, di dalam bulan itu banyak ritual-ritual ataupun upacara-upacara budaya Jawa yang harus kita lestarikan. Kegiatan yang digagas Permadani Ambarawa ini sudah secara rutin digelar setiap menyambut peringatan 1 Sura,” tandas Ali, sebelum memulai acara Sarasehan Budaya.

Sementara itu, Camat Ambarawa Wahyu Pito Nugroho, yang diwakili Sumbodo Heru, menyampaikan bahwa pihaknya sangat apresiasi atas terlaksananya kegiatan “Suronan” yang digagas Permadani Ambarawa ini. Langkah ini dilaksanakan, harapannya agar pemerhati budaya dan masyarakat semakin menjadi lebih faham dan kompak. Dan hasil akhirnya mempunyai ketahanan budaya.

“Dengan melaksanakan kegiatan yang intinya “nguri-uri” budaya nusantara, pihak Kecamatan Ambarawa siap untuk memfasilitasi tempat dan tentunya sangat mendukung kegiatannya. Terkhusus, jika masyarakat mencintai Ambarawa maka tentunya mereka punya rasa ingin tahu tentang Ambarawa, baik sejarahnya maupun seni budayanya,” terang Sumbodo Heru.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sumbodo Heru (mewakili Camat Ambarawa), Pelda Aris Dili (mewaki Danramil 09/Ambarawa), dan Babinsa Kel. Kranggan Sertu Romdloni. Kemudian, mantan Camat Ambarawa Eka Jaya Sakti yang juga Ketua LKK Ambarawa, mantan Plt.Camat Ambarawa Dewanto Leksono Widakdo yang juga Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang, pengurus dan anggota Permadani Ambarawa.

Ali menambahkan, Sarasehan Budaya ini menghadirkan dua narasumber yang merupakan budayawan di Kabupaten Semarang yakni Moch. Edi Soekarno yang juga sebagai Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Semarang dan Sri Anggoro Siswaji (Kepala Desa Banyubiru)

(Heru Santoso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *