Menuju Puncak Yaa qowiyyu 2026: Rangkaian 11 Hari Acara, Ada Care Free Night hingga Target 9 Ton Apem

Peristiwa105 Dilihat

​KLATEN — wartaintegritas.com — Perayaan tradisi tahunan Yaa qowiyyu di Kecamatan Jatinom, Klaten kembali bersiap menyapa masyarakat luas. Rapat Koordinasi Persiapa Yaa qowiyyu berlangsung di Aula Kecamatan Jatinom Selasa (7/7/2026). Untuk tahun 2026 ini, panitia telah menyusun rangkaian acara yang berlangsung selama 11 hari berturut-turut hingga hari penutupan.
​Menariknya, demi memberikan ruang penuh bagi perayaan budaya yang sarat nilai sejarah dan religi ini, agenda Hari Jadi Klaten sementara waktu ditiadakan atau diliburkan agar seluruh fokus masyarakat dan pengunjung tertuju pada kemeriahan Yaa qowiyyu.

​Camat Jatinom Agus Sunyata mengatakan bahwa perayaan tahun ini akan membawa beberapa inovasi dan peningkatan kualitas acara berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya.

​Sinergi Panitia dan Legalitas P3KAG

​Tahun ini, koordinasi dilakukan secara intensif antara kepanitiaan internal, kepanitiaan tingkat kecamatan, serta P3KAG (Pengelola Pelestari Peninggalan Ki Ageng Gribig).

​”P3KAG ini sudah kami legalkan sebagai bentuk tata kelola yang profesional terhadap makam Ki Ageng Gribig, khususnya dalam mempertahankan nilai budaya dan syiar agama yang menjadi roh dari Yaqowiyu,” kata Agus.

Napak Tilas Pembukaan dan Car Free Night

Di samping itu Agus juga menjelaskan ​Rangkaian acara akan resmi dibuka pada tanggal 23 Juli 2026. Pembukaan akan diisi dengan kegiatan napak tilas yang dimulai dari Halaman Kecamatan Jatinom, menuju Masjid Gede, Makam Ki Ageng Gribig, dan berakhir di alun-alun Jatinom.

“Pembukaan Yaa qowiyyu dengan rangkaian acara dimulai pada tanggal 23 juli yang ditandai dengan kirab terlebih dahulu dimulai dari Halaman Kecamatan menuju Masjid Gedhe Makam Ki Ageng Gribig dan berakhir di alun alun dengan mestinya prosesi pemotongan tumpeng,” jelasnya.

​Kabar gembira bagi para pemburu kuliner dan hiburan malam, kesuksesan event Care Free Night (CFN) pada tahun 2025 lalu akan kembali dihadirkan tahun ini.

“Dengan kesuksesan tahun laku, agenda ini sengaja dibuat untuk menghidupkan suasana malam menjelang puncak acara agar sekeliling kawasan Jatinom meriah layaknya pasar malam tempo dulu, sekaligus menjadi wadah bagi “sedekah seni” dan “sedekah budaya” warga setempat” imbuhnya agus

​Target Sebaran Apem Meningkat Hingga Sembilan Ton

​Tradisi sebaran kue apem yang diyakini membawa keberkahan bagi masyarakat direncanakan berlangsung pada hari Jumat, 31 Juli 2026 (setelah waktu salat Jumat).

​Jika pada tahun-tahun sebelumnya jumlah apem yang disebarkan berkisar antara 5 hingga 7 ton, pihak kecamatan menargetkan jumlah apem yang terkumpul dari pemerintah dan keikhlasan swadaya masyarakat pada tahun 2026 ini bisa meningkat hingga 8 sampai 9 ton.

​Evaluasi Penutupan Jalan dan Jam Tampil Peserta

​Berdasarkan masukan dari tim lapangan, pihak panitia melakukan evaluasi berkaca pada pelaksanaan tahun lalu. Untuk mengantisipasi kemacetan dan kenyamanan peserta, terdapat usulan agar jadwal penampilan kirab — seperti marching band dan karnaval budaya — di luar hari Kamis dapat digeser menjadi pukul 15.00 WIB (setelah Asar).
​Hal ini dilakukan agar kondisi cuaca tidak terlalu panas bagi anak-anak sekolah yang tampil, serta memberikan waktu yang cukup bagi pihak kepolisian (Polsek) dan TNI (Koramil) untuk melakukan penutupan jalan secara clear sebelum acara dimulai.

​Selain itu, untuk memeriahkan parade, panitia tahun ini juga merangkul sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) seperti RA dan BA, agar dapat ikut berpartisipasi menampilkan kreativitas mereka mendampingi sekolah-sekolah di bawah Dinas Pendidikan yang selama ini mendominasi acara.

(Benyamin Hadinagara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *