KAB. SEMARANG — wartaintegritas.com — Masuk musim kemarau, masyarakat hendaknya waspada akan terjadinya peristiwa kebakaran. Baik kebakaran menimpa lahan kering maupun pemukiman warga. Rabu (08/07)2028) siang kemarin sekitar pukul 12.00 WIB, kebakaran terjadi di Dusun Cabean Kulon RT 27 RW 05, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran dan menimpa dua rumah milik Tumadi dan Asfiah. Diduga penyebab kebakaran itu adalah terjadinya korsleting listrik. Demikian diungkapkan Kepala Satpol PP & Damkar Kab. Semarang Anang Sukoco kepada awak media, Kamis (09/07/2026).
“Kebakaran itu menimpa dua rumah warga milik Bapak Tumadi dan Ibu Asfiah, keduanya warga Dusun Cabean Kulon, Tengaran. Penyebabnya diduga terjadi korsleting listrik. Saat kejadian, rumah tersebut dalam keadaan kosong karena ditinggal kerja pemiliknya. Akibat dua rumah terbakar, kerugian keseluruhan mencapai Rp80 juta,” terang Anang Sukoco.
Disampaikan juga bahwa kali pertama yang melihat ada kebakaran adalah tetangga korban. Saat itu, api sudah membesar dan membakar dua rumah. Lalu, bergegas menghubungi Damkar Pos Tengaran diteruskan meminta bantuan Damkar Pos Getasan dan Damkar Kota Salatiga.
Terpisah, kejadian serupa yakni kebakaran rumah huni juga menimpa rumah milik Mbah Bejo (76), di Dusun Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, pada Kamis (9/7/2026) siang. Penyebab kebakaran diduga akibat tungku kayu masak yang lupa dimatikan saat ditinggal pemilik rumah pergi ke kebun.
“Kebakaran ini bermula saat pemilik rumah memasak menggunakan tungku tradisional. Sekitar pukul 11.00 WIB, warga sekitar melihat kepulan asap dari rumah korban. Kemudian,warga langsung bergotong-royong memadamkan api dengan alat seadanya sambil menghubungi petugas Damkar,” kata Kepala Satpol PP & Damkar Kab. Semarang Anang Sukoco.
Ditambahkan, api yang muncul yang langsung membesar membakar bangunan ukuran 6×7 meter. Pemadaman api dilakukan oleh Tim gabungan dari Posko Damkar Ungaran, Bergas, Ambarawa, dan BPBD Kabupaten Semarang.
“Beruntung dalam kebakaran itu, tidak ada korban jiwa. Kerugian korban akibat rumahnya ludes terbakar mencapai Rp 50 juta. Karena seluruh bangunan rumah ludes dilalap api, untuk sementara pemilik rumah dan keluarga mengungsi di rumah saudaranya,” pungkas Anang.
(Heru Santoso)










