“Mencari dan Menemukan Cinta Tuhan” : Retret Ragawidya’25. EYM Mengajak 45 Anak Remaja Lintas Iman Mengalami Cinta Tuhan di Malioboro

Peristiwa133 Dilihat

YOGYAKARTA, wartaintegritas.com – Eucharistic Youth Movement (EYM) Indonesia di Yogyakarta sukses menggelar Retret Ragawidya’25 yang berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 3 hingga 6 November. Kegiatan intensif ini diikuti oleh 45 peserta dari kalangan siswa-siswi SMP kelas 7 dan 8, termasuk perwakilan dari SMP Pius Gombong, SMP Stella, dan SMP PL Salatiga, serta mengusung semangat lintas iman.

Ekperimen di Malioboro mengusung semangat yang keras namun mendidik, “Keraslah pada dirimu sejak dini, agar kerasnya dunia tidak kau rasakan di usia tuamu,”

Retret ini bertujuan utama pada pembentukan karakter kerendahan hati. Menurut Mas Toni, salah satu penggerak kegiatan, tujuannya adalah menanamkan kerendahan hati dengan cara berani merendahkan diri.

Eksperimen Sosial Tanpa Bekal di Malioboro

Salah satu acara retret EYM ini adalah eksperimen di Malioboro. Para peserta diberangkatkan ke lokasi Malioboro tanpa bekal apa pun dan harus menyelesaikan tiga tugas yang dirancang untuk menguji batas mental dan kerendahan diri:

  • Mencari & Mengumpulkan Puntung Rokok: Peserta ditargetkan mengumpulkan minimal 100 puntung rokok per anak, padahal Malioboro dikenal sebagai kawasan larangan merokok. Aksi ini mengajarkan peserta untuk mengerjakan tugas yang dianggap rendah dan sensitif.
  • Secara mengejutkan, total 14.132 puntung rokok berhasil dikumpulkan oleh 45 peserta.
  • Bekerja untuk Makan Siang: Peserta dituntut mandiri mencari pekerjaan di area Malioboro untuk makan siang mereka. Satu tempat hanya boleh satu peserta. Inisiatif ini melatih tanggung jawab dan etos kerja.
  • Orasi Keprihatinan: Peserta wajib menyampaikan orasi tentang keprihatinan pribadi peserta di titik-titik keramaian yang telah ditentukan, dengan durasi minimal tiga menit. Tugas ini melatih keberanian, kemampuan berbicara di depan publik, dan kepekaan sosial.

Hasil dan Harapan Masa Depan

Aksi mengumpulkan puntung rokok yang mencapai belasan ribu ini menjadi simbol keberhasilan peserta dalam menghadapi tantangan yang menuntut kerendahan hati.
“Kami berharap, dengan kegiatan ini, kerendahan hati tetap melekat dan menjadi pembelajaran mental yang konkret bagi generasi muda,” ujar Mas Toni. Ia juga menambahkan harapan agar pada tahun-tahun mendatang, jumlah peserta Retret Ragawidya’26 bisa meningkat lebih banyak lagi, menyebarkan semangat kerendahan hati dan ketangguhan mental.

Kegiatan Retret Ragawidya’25 ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan mental yang keras dapat dilakukan melalui metode eksperimental dan langsung bersentuhan dengan realitas sosial, imbuhnya.

(Benyamin Hadinagoro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *