KAB. SEMARANG — wartaintegritas.com — Kawasan danau Rawa Pening di daerah Desa Berjalan, Kec Ambarawa, Kab Semarang digegerkan dengan ditemukannya seorang lelaki tewas mengapung di sekitaran Branjang milik Fiktor Aji Pamungkas (36) warga Karangsari RT 03 RW 01, Kel. Kupang, Kec. Ambarawa, Kab Semarang pada Kamis (07/05/2026). Korban tewas diketahui bernama Riyan (24) warga Dusun Pringapus RT 13 RW 01, Desa Sumogawe, Kec Getasan, Kab. Semarang.
Informasi yang dihimpun dari lokasi penemuan menyebutkan, kasus ini bermula pada Selasa (05/05/2026) siang sekitar pukul 13.50 WIB, korban Riyan berangkat dari rumahnya di Sumogawe Kec. Getasan untuk “mBranjang” di daerah Rowo Pening di Bejalen, Ambarawa. Korban berangkat dari rumah Selasa siang dan mau pulang pada Rabu. Namun, Selasa malam, saat kakaknya menghubungi adiknya melalui telepon ternyata nomornya tidak aktif.
Sementara itu, salah satu warga Desa Bejalen yang juga relawan, Koko Qumarulloh, mengatakan bahwa dirinya mendapat info ada orang mengapung di depan Branjang milik Mas Fiktor. Lalu, bersama warga lain segera mengecek informasi tersebut dengan mendatangi lokasi. Dan ternyata benar, ada orang sudah tewas dan mengapung.
“Setelah itu saya langsung menghubungi Polsek Ambarawa maupun Polres Semarang. Sesaat kemudian, petugas Polsek Ambarawa dan Tim Inafis Polres Semarang tiba di lokasi penemuan langsung untuk melakukan evakuasi korban. Untuk penyebab utamanya, saya tidak tahu, ” kata Koko.
Dari keterangan Fiktor Aji, pemilik Branjang, bahwa pada Rabu (06/05/2026) pagi saat mendatangi Branjang miliknya, tidak melihat korban. Bahkan, tabung gas di Branjang miliknya juga tidak ada. Lalu, pemilik Branjang mengecek melalui CCTV yang ada di Kampoeng Rawa, karena melihat sepeda motor korban masih berada di tempat parkir.
“Pada Rabu malam, kakak kandung korban Slamet Widodo (35) warga Dusun Bandongan Kulon RT 03 RW 13, Desa Bandongan, Kec. Ngablak, Kab. Magelang mendatangi menemui saya untuk menanyakan keberadaan Riyan (adiknya) yang sejak Senin kemarin belum juga pulang kerumah. Pada Kamis (07/05/2026) pagi, saya bersama beberapa orang mencari korban di sekitar Branjang. Akhirnya, korban berhasil ditemukan disamping Branjang sudah tewas dan mengapung. Diduga, korban nekat melakukan bunuh diri dengan mengunakan accu (aki) dan tabung gas yang diikatkan pada kakinya agar bisa cepat tenggelam. Kemudian, penemuan korban dilaporkan ke perangkat desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Bejalen. Serta ke Polsek Ambarawa dan Polres Semarang,” terang Fiktor.
Evakuasi korban dipimpin Kanit Reskrim Polsek Ambarawa Ipda Andrias Lilik dengan didampingi Kanit Intelkam Polsek Ambarawa Ipda Mundari, Pamapta Polres Semarang Ipda Budi, KSPK II Polsek Ambarawa Aiptu M Arifin, Kanit Ident Satreskrim Polres Semarang Aiptu Edy Ponco beserta anggota, Bhabinkamtibmas Desa Bejalen Aipda Joko Fitriyanto. Selain itu, Babinsa Desa Bejalen Serda Sijadin R serta relawan SAR BUSER maupun warga Bejalen.
(Heru Santoso).










