Memberdayakan Masyarakat Lewat Kuliner, LKP Barokah Cetak Wirausaha Mandiri dan Inklusif

Ekonomi Kreatif30 Dilihat

KLATEN — wartaintegritas.com –LKP Barokah terus berkomitmen mencetak wirausahawan mandiri di Kabupaten Klaten melalui berbagai pelatihan keterampilan kerja, khususnya di bidang tata boga dan tata busana. Didirikan sejak tahun 2014 oleh purnatugas guru SMK Negeri 3 Klaten, Dra. Rubiyem, LKP ini kini telah mengantongi Akreditasi B dan resmi menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK).

​Pendiri LKP Barokah, Dra. Rubiyem, menyampaikan bahwa lembaga yang dipimpinnya tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis masakan nusantara maupun mancanegara, tetapi juga fokus pada inovasi pengolahan bahan pangan lokal bernilai ekonomi rendah menjadi produk bernilai jual tinggi.

​”Kami mengangkat bahan-bahan yang tadinya dianggap kurang bernilai menjadi makanan dengan nilai ekonomis tinggi, bahkan nilainya bisa naik 10 hingga 50 kali lipat. Contohnya ubi ungu yang harganya Rp4.000–Rp5.000 per kilogram, setelah diolah menjadi pie ubi ungu harganya bisa menjadi ratusan ribu rupiah,” ujar Rubiyem pada hari Kamis (13/8/2026) di Kantor nya di Krajan Banyuaeng, Kecamatan Karangnongko

​Inovasi olahan kuliner LKP Barokah telah terbukti mengukir prestasi. Pada ajang perlombaan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) tingkat Provinsi Jawa Tengah yang digelar pada 23–25 Juli lalu, LKP ini mewakili IWAPI Kabupaten Klaten telah berhasil meraih Juara 2 melalui produk kreasi Kue Koin Bekatul.

Pendiri LKP Barokah, Dra. Rubiyem

Konsep tersebut diharapkan dapat memberikan bekal kepada peserta agar tidak hanya memiliki keterampilan memasak, tetapi juga mampu melihat peluang usaha dari bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

​Pelatihan Intensif dan Terbuka Bagi Penyandang Disabilitas
​Pada periode pelatihan kali ini, LKP Barokah menerima peserta pelatihan sebanyak 120 peserta yang terbagi dalam empat gelombang. Masing-masing gelombang terdiri dari 30 peserta yang dipecah kembali ke dalam kelompok kecil berisi 5 orang agar proses praktik berjalan fokus dan efektif.

​Selain kelas tata boga (pastry, dessert, appetizer, main course, hingga fruit carving), LKP Barokah juga menyediakan program pelatihan Tata Busana (menjahit) dengan fasilitas satu orang satu mesin jahit.
​Program pelatihan ini juga mengusung semangat inklusivitas.

“Kami tidak membatasi. Peserta mau belajar lima menu atau tiga menu tetap kami layani. Bahkan ada sistem les privat, mereka bisa menentukan sendiri menu yang ingin dipelajari. Insya Allah semua bisa kami latih disini’ ujar Rubiyem.

Salah satu peserta latihan

Salah seorang peserta penyandang disabilitas asal Manisrenggo, Awalina Yulfa (32), mengaku sangat terbantu dengan suasana pembelajaran yang ramah dan saling merangkul.

​”Sebagai difabel, awalnya saya sadar akan keterbatasan diri. Namun saat masuk ke LKP Barokah, Bu Rubiyem dan teman-teman sangat merangkul dan membantu. Di sini saya belajar membuat produk seperti kue sus dan croissant, serta mendapat motivasi untuk menentukan target pasar usaha,” ungkap Awalina di tempat praktek pembuatan kue.

​Kesan positif juga disampaikan oleh Jaka (39), pelaku UMKM asal Kecamatan Wonosari, Klaten. Ia mengaku mendapatkan banyak wawasan baru mengenai teknik pengolahan pangan yang benar untuk menunjang usaha kuliner rumahannya.

​Harapan Sinergi dan Dukungan Pemerintah
​Sebagai lembaga terakreditasi nasional yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Standar Kelulusan (SKL), LKP Barokah berharap adanya dukungan serta sinergi yang lebih erat dari pemerintah daerah dan dinas/instansi terkait.

Sebagai Penguji Tingkat Nasional untuk Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK)​ Tata boga periode 2026 – 2030, Rubiyem berharap dinas maupun instansi pemerintah dapat menggandeng LKP Barokah dalam penyelenggaraan program-program pelatihan kerja masyarakat di masa mendatang guna memperluas penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan ekonomi lokal di Kabupaten Klaten.


(Benyamin Hadinagara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *