Launching Kafe Hanuman Benteng Willem 1 Ambarawa: Bersatunya Rasa, Sejarah dan Kebersamaan

Ekonomi Kreatif235 Dilihat

KAB. SEMARANG – wartaintegritas.com – Bertempat di Benteng Pendem atau yang sekarang disebut Benteng Willem 1 Ambarawa, Rabu 18 Maret 2026 yang baru lalu  diadakan launching sebuah kafe yang diberi nama: Kafe Hanuman.  Nama ‘Hanuman’ menunjuk seorang tokoh pewayangan dalam babad Ramayana pembela kebaikan dan kebenaran.  Nama ‘Hanuman’ ini juga bersinggungan dengan ‘Hanuman Art’ yang selama ini menaungi berbagai kegiatan sanggar tari, lukis di Ambarawa.

Adi Nugroho, pematung yang sukses membuat patung Maria Assumpta di tempat peziarahan Gua Kerep dan dr. Tjipto Mangunkusumo yang dipajang di jalan protokol Ambarawa ini yang hadir di acara memberikan penjelasan bahwa keberadaan Kafe Hanuman di ingkungan benteng Fort Willem 1 ini adalah dalam upaya mendukung nilai sebuah sejarah.

“Keberadaan kafe di tempat ini wujud kami nyengkuyung benteng menjadi tempat bersejarah,” demikian Adi yang juga telah membuat patung Soekarno – Hatta proklamator Indonesia dan menghibahkannya kepada pemerintah Kabupaten Semarang. 

Yoseph yang mewakili owner kafe, Benyamin yang tidak bisa hadir karena sedang bepergian ke luar negeri menyampaikan bahwa adanya kafe ini bermanfaat positif karena bisa merekrut tenaga karyawan dari lingkungan masyarakat Ambarawa, selain itu juga untuk mendukung keberadaan benteng menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Semarang. 

Joseph dan Adi Nugroho sampaikan keberadaan kafe (Foto: Yahya KW)

“Orang yang berkunjung ke Benteng ini bisa melanjutkan berwisata ke obyek wisata lain yang berada di Kabupaten Semarang.  Kafe kami hadir untuk mendukung mata rantai wisata itu,” ujar Joseph petang itu dengan semangat.

Suster Rosalima, OFS yang hadir mendoakan dan memberkati pembukaan Kafe Hanuman ini melihat Kafe Hanuman ini memiliki multi fungsi, selain sebagai tempat untuk beristirahat yang nyaman, tetapi juga bisa menjadi wahana untuk pengembangan bakat.  Hal ini mengingat dalam bangunan yang sama ada beberapa ruangan yang digunakan untuk berlatih tari, karawitan dan lain-lain.

“Dengan datang ke Benteng ini, selain mereka belajar sejarah juga bisa meningkatkan bakat mereka dan nilai-nilai budaya, karena ada tempat belajar kerawitan, ada juga sanggar tari, untuk mempererat persaudaraan.  Tempat ini sangat bagus untuk mengembangkan banyak hal,” ungkap Suster Rosalina dengan penuh keyakinan.

Ikun, seorang pelukis dan pematung Ambarawa berharap bahwa keberadaan kafe ini bisa membuat Benteng Pendem ini semakin regeng.  Bahkan untuk hal ini acara Lukis On The Spot yang sebelumnya diadakan di lingkungan Gua Kerep Maria akan dipindahkan ke lingkungan Benteng ini.

Pengunjung di ruang kafe yang eksotik (Foto: Suyito Basuki)

Selain acara semalam merupakan launching, juga sekaligus mendoakan acara pentas yang akan digelar bertajuk Babad Benteng  Willem 1 tanggal 24 Maret 2026 yang akan datang.  Awig Sudjatmiko yang mempersiapkan pagelaran bersama dengan anak-anak muda pecinta seni Ambarawa berharap bisa sukses.  Menurut Awig, pementasan yang dalam perencanaan membutuhkan dana berkisar 200 juta ini dipersiapkan dalam waktu yang relatif singkat, yakni 1,5 bulan.  Awig Sudjatmiko yang membawahi Javayo Production ini  juga menyampaikan bahwa iringan musik yang nanti digunakan dalam pementasan Babad Benteng  Willem 1 ini original.

“Biasanya kami mempersiapkan pagelaran membutuhkan waktu 3 hingga 4 bulan,” jelas Inu yang mempersiapkan sendra tarinya.  Inu yang memiliki Sanggar Kemrincing Ambarawa ini menyampaikan juga deskripsi Babad Benteng Willem 1 ini. 

“Jika pementasan yang pertama hanya semacam gimmick atau introonya, maka pada pementasan yang ke-2 nanti akan lebih dikisahkan secara detail tentang pembangunan Benteng Willem 1 ini,” demikian terang Inu yang sudah lama malang melintang di dunia tari, khususnya di daerah Ambarawa Kabupaten Semarang ini.

(Suyito Basuki/ Yahya KW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *