YOGYAKARTA, wartaintegritas.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) DIY bersama Islamic Studies Board (ISB) Cabang Yogyakarta dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) DIY menyelenggarakan diskusi bertajuk “Mendorong Pengembangan Pariwisata DIY”.
Diskusi ini berfokus pada strategi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Yogyakarta.
Peserta dan Poin Utama Diskusi
Diskusi yang dihadiri oleh lima belas peserta dari perwakilan KPwBI DIY, ISB Cabang Yogyakarta, dan KBRI DIY, menyoroti beberapa tantangan dan potensi dalam sektor pariwisata.

Beberapa tokoh hadir dan menyampaikan pandangannya. Hermanto, Deputi Kepala KPwBI DIY, menegaskan bahwa DIY harus bersiap menjadi destinasi wisata berkelas dunia. Budiharto Setiawan dari MES DIY menekankan perlunya kontribusi signifikan sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi, yang tercermin dari meningkatnya spending wisatawan. Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan quality tourism yang inklusif, termasuk wisata edukasi, wisata religi, serta pemanfaatan teknologi digital. Sementara itu, Rudy Badrudin dari ISEI Cabang Yogyakarta menyampaikan empat pokok pengembangan, yaitu peningkatan kualitas dan kreativitas untuk diversifikasi produk wisata, pengembangan ekosistem edukasi pariwisata, penguatan peran komunitas wisata, serta pengurangan dampak negatif pariwisata terhadap lingkungan sosial dan fisik.
Strategi Pengembangan Pariwisata DIY
Dian Ariani dari ISEI Cabang Yogyakarta menambahkan bahwa peran strategis DIY sebagai pusat budaya, pendidikan, dan wisata dapat semakin diperkuat melalui dukungan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Ia mengusulkan penerapan konsep Creative Tourism yang dapat diwujudkan melalui pengembangan aplikasi wisata seperti Jogja dan Gandeng Gendong, penerapan sistem pembayaran QRIS serta sistem reservasi, dan penyediaan akses yang mudah serta terintegrasi.
Sementara itu, Heri Setiawan menyampaikan usulan agar Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, dapat mencanangkan gerakan ekonomi hijau dengan Green Tourism/Cultural Tourism.
Infrastruktur dan Transportasi
Isu infrastruktur, khususnya jalan dan manajemen lalu lintas, menjadi faktor kunci yang perlu diperhatikan.
Menurut Dorathea Wahyu Ariani (ISEI Cabang Yogyakarta), isu lintas yang semrawut dan macet menjadi permasalahan yang dihadapi. Dia menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur pendukung, seperti pelebaran jalan tol dan arah Semarang, Solo, dan Bandara YIA (Yogyakarta International Airport).
Diskusi tersebut diakhiri dengan kesimpulan bahwa pengembangan pariwisata DIY memerlukan sinergi dari berbagai pihak dan pemanfaatan teknologi digital untuk mencapai tujuan menjadi destinasi wisata berkelas dunia.
(Benyamin Hadinagoro)










