KLATEN – wartaintegritas.com — Momentum perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 (2026 Masehi) di Kabupaten Klaten berlangsung khidmat dan penuh pesan kedamaian. Bertempat di Pendapa Kabupaten Klaten, acara puncak yang dikemas dalam Dharma Santi ini menjadi panggung penguatan moderasi beragama sekaligus regenerasi kepengurusan umat Hindu, Senin (27/4/2026).
Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Klaten, Kepala Kantor Kemenag Klaten, perwakilan Pembimas Hindu Kemenag Jawa Tengah, serta tokoh-tokoh lintas agama.
Pengukuhan Struktur Organisasi di Sembilan Belas Kecamatan
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pelantikan pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) tingkat Kecamatan se-Kabupaten Klaten untuk masa bakti 2026–2031. Ketua PHDI Kabupaten Klaten, Sugem Sapta Wayasa, S.Ag., M.Pd.H., secara resmi melantik para ketua dari sembilan belas kecamatan, mulai dari Kecamatan Jogonalan hingga Trucuk.
”Pelantikan ini adalah langkah strategis untuk memperkuat pembinaan umat Hindu di akar rumput. Kami berharap pengurus yang baru dapat bersinergi dengan pemerintah setempat dalam menjaga kerukunan dan meningkatkan pelayanan spiritual,” ujar Sugem Sapta Wayasa.
Filosofi Gamelan: Simbol Persatuan Klaten
Dalam sambutannya, yang dibacakan oleh Staf Ahli, Bupati Klaten menekankan bahwa perbedaan latar belakang di Klaten adalah kekuatan, bukan pemecah belah. Hal senada dipertegas dengan tamsil Gamelan.
”Masyarakat Klaten itu seperti gamelan. Meski terdiri atas banyak instrumen berbeda, jika dibunyikan dalam irama yang teratur, akan menghasilkan harmoni yang indah. Inilah cermin persatuan kita,” tegasnya.
Bupati juga mengapresiasi toleransi tinggi yang ditunjukkan umat Hindu, mengingat rangkaian ibadah Nyepi tahun ini berdekatan dengan momen Idul Fitri.
Kemenag Klaten: Pelayan Semua Agama
Kepala Kantor Kemenag Klaten dalam arahannya menegaskan komitmen instansi untuk melayani seluruh umat beragama tanpa terkecuali. Saat ini, Klaten tercatat memiliki empat belas Penyuluh Agama Hindu—jumlah terbanyak yang diharapkan mampu memberikan pendampingan maksimal bagi umat.
Kemenag juga memaparkan keberhasilan gerakan “Kemenag Berdampak”, yakni aksi sosial lintas agama yang sebelumnya telah menyalurkan bantuan di wilayah terpencil seperti Girpasang dan Tegalmulyo.
Rencananya, pada momen Idul Adha mendatang, kolaborasi akan terus dijalin dengan melibatkan komunitas peternak sapi dari warga Hindu.
Edukasi Generasi Muda
Nuansa perayaan kali ini terasa berbeda dengan hadirnya Dharma Wacana yang disampaikan oleh Mbak Sila, seorang remaja peraih juara nasional. Pesan-pesan damai dari kitab suci Weda yang disampaikannya menjadi pengingat pentingnya introspeksi diri dan pengendalian diri bagi pembangunan daerah.
Dengan predikat sebagai salah satu wilayah paling harmonis bersama Sragen, Kabupaten Klaten membuktikan bahwa solidaritas antarumat adalah kunci utama menuju daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Daftar Ketua PHDI Kecamatan Klaten Masa Bakti 2026-2031 yang Dilantik:
- Jogonalan: Bambang Mariyati
- Prambanan: Sutrisno, S.Pd., S.Pd.H.
- Polanharjo: Suyono
- Klaten Selatan: Suhardi, S.Pd.
- Ngawen: Sriyanto, S.Ag.
- Karangnongko: Ripno, S.Ag.
- Kebonarum: Anang Subroto, S.Sos.
- Ceper: Junaidi
- Klaten Utara: Sumarwoto, S.Sos.
- Pedan: Jumino, S.Pd.
- Bayat: Suherman, M.Pd.H.
- Gantiwarno: Simat Supandi Budiyanto, S.Hut.
- Wonosari: Purwanto
- Delanggu: Iriyanto
- Karangdowo: Marino, S.Ag.
- Juwiring: Ibnu Wijaya
- Jatinom: Sumarti, S.Ag.
- Manisrenggo: Hartono
- Trucuk: Trijoko
(Benyamin Hadinagoro)
















