KLATEN — wartaintegritas com — Mengawali rangkaian peringatan Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Plus dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyelenggarakan tradisi ziarah ke makam para leluhur serta tokoh pendiri Klaten, Kamis (23/7/2026).
Rombongan ziarah dipimpin langsung oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom. Hadir dalam kegiatan ini Kapolresta Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi, S.I.K., M.Si., Komandan Kodim 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto, S.H., M.I.P., Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Klaten, serta jajaran pejabat OPD di lingkungan Pemkab Klaten.
Rangkaian ziarah diawali sekitar pukul 08.00 WIB di Makam Kiai Melati di Sekalekan, Kelurahan Klaten, Kecamatan Klaten Tengah. Sosok Kiai Melati dipercaya masyarakat lokal sebagai tokoh utama yang membabat alas dan mendirikan Klaten.
Di lokasi tersebut, Bupati sempat beramah tamah dengan warga sekitar sebelum melanjutkan perjalanan.
Menyisir Jejak Pimpinan Abad Pasca-Kolonial hingga Modern
Dari Sekalekan, rombongan bergerak menuju Kompleks Makam Panembahan Agung Kajoran di Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes. Di tempat ini bersemayam KRT Mangun Nagoro (Bupati Klaten pertama periode 1825–1852) dan KRMT Soerodirdjo (Bupati Klaten kedua periode 1852–1860).
Kepala Desa Jimbung menyampaikan bahwa rombongan Forkopimda tiba sekitar pukul 08.55 WIB dan seluruh prosesi berjalan khidmat.
”Alhamdulillah jalannya acara lancar tanpa halangan apa pun. Di sana digelar acara doa bersama, nyekar, pemberian santunan pada juru kunci, kemudian ramah-tamah sebentar sebelum rombongan melanjutkan perjalanan. Karena ini agenda tahunan, harapannya kegiatan senantiasa berjalan baik dan Klaten ke depannya makin maju,” ungkap Kades Jimbung.

Perjalanan spiritual ini diteruskan ke Kompleks Makam Ki Ageng Pandanaran (Sunan Bayat) di Desa Paseban, Kecamatan Bayat. Ki Ageng Pandanaran merupakan sosok murid Sunan Kalijaga yang dikenal luas atas jasa besarnya dalam penyebaran agama Islam di wilayah Klaten dan sekitarnya.
Tidak hanya makam para pendiri abad silam, ziarah juga ditujukan ke makam mantan pimpinan daerah era modern. Rombongan berziarah ke makam almarhum Haryanto Wibowo (Bupati Klaten periode 2000–2005) di Makam Banjaran, Desa Teloyo, Kecamatan Wonosari. Setibanya di sana, rombongan disambut oleh Sri Hartini, istri almarhum sekaligus Bupati Klaten periode 2016–2017.
Rombongan juga memberikan penghormatan ke makam almarhum Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, S.E., M.B.A., di Ngerden, Desa Teloyo, Kecamatan Wonosari.
Benny merupakan pasangan Bupati Hamenang Wajar Ismoyo dalam Pilkada lalu yang wafat bulan Februari Tshun kemarin.
Rangkaian kegiatan ditutup di Makam KRT Mangun Dilaga II (Bupati Klaten periode 1867–1870) di Desa Semangkak, Kecamatan Klaten Tengah. Pengurus makam setempat dan sebagsi Rois H. Ahmad Djumali S.Ag., menjelaskan bahwa kawasan Semangkak menyimpan makam para pancer (perintis/tokoh tertua) daerah.
Pengurus makam setempat, H. Ahmad Djumairi, S.Ag., menjelaskan bahwa di kawasan Semangkak terdapat makam para pancer (perintis/tokoh tertua) yang sering menjadi tujuan ziarah warga maupun peziarah dari luar daerah.
”Di sini ada Mbah Mangundilaga dan Singodiwongso. Mereka adalah pancer atau orang tua yang paling tua di sini. Kalau dibandingkan, Ki Rengga itu adik kandung dari Singodiwongso, sedangkan yang paling tua adalah Mangundilaga,” terang Ahmad Djumairi usai mimpin doa acara.
Plt. Kepala Desa Semangkak, Nyarwanto, menyatakan kesiapan dan komitmen penuh jajarannya dalam mendukung agenda tahunan daerah ini.
”Keberadaan makam bersejarah Bupati Klaten ke-3 di wilayah kami merupakan sebuah kehormatan. Momentum Hari Jadi ke-222 ini menjadi pendorong semangat bagi jajaran perangkat Desa Semangkak untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat,” tutur Nyarwanto.
Meneladani Perjuangan dan Pesan untuk Generasi Muda
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menegaskan bahwa tradisi ziarah ini tidak sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momen reflektif untuk mendoakan para pendahulu sekaligus mengambil iktibar dari perjuangan mereka.
”Melalui kegiatan ini kita bersama mendoakan para tokoh pendahulu, bupati terdahulu, serta Mas Wakil Bupati (Benny Indra Ardhianto). Semoga husnul khatimah. Luar biasa sekali jasa-jasa beliau, ada babat alas Kabupaten Klaten hingga tokoh-tokoh besar yang tentu menjadi suri teladan bagi kita semua,” ujar Hamenang usai ziarah.
Ia menambahkan, tugas generasi penerus adalah menjaga warisan kepemimpinan dan melanjutkan pembangunan agar Kabupaten Klaten semakin sejahtera.
Dalam kesempatan tersebut, Hamenang juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda agar tidak sekali-kali melupakan sejarah daerahnya.
”Untuk anak muda, jangan lupa dari mana kamu berasal dan bagaimana perjuangan para pendahulu kita. Mengingat sejarah itu penting, karena dengan memahami masa lalu, kita mengerti situasi masa kini sebagai bekal melangkah menuju masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Seluruh rangkaian ziarah ditutup dengan doa bersama, tabur bunga, dan penyerahan santunan kepada para juru kunci makam yang setia menjaga situs-situs bersejarah tersebut.
(Benyamin Hadinagara)










