SALATIGA – wartaintegritas.com – Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui program Community Action for Responsible Environment (CARE). Program kolaboratif antara Lembaga Kemahasiswaan FSM UKSW dan aparatur warga ini dirancang sebagai upaya mewujudkan Dusun Sains dan Matematika di Dusun Krangkeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Program tersebut lahir dari sinergi antara sivitas akademika FSM UKSW dan masyarakat setempat, mengingat banyak pemuda Dusun Krangkeng yang menempuh pendidikan di FSM UKSW sehingga tercipta ruang kolaborasi untuk menerapkan ilmu pengetahuan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan nyata di lingkungan masyarakat.

CARE dilaksanakan melalui tahapan yang sistematis dan berkelanjutan, dimulai dari survei lapangan untuk mengidentifikasi potensi, kebutuhan, serta permasalahan masyarakat. Berdasarkan hasil observasi tersebut, mahasiswa bersama dosen pembimbing merancang solusi berbasis sains dan matematika dalam bentuk prototipe produk inovasi yang kemudian dipresentasikan, disempurnakan melalui masukan dari dosen maupun kelo
mpok lain, hingga diimplementasikan secara langsung kepada masyarakat melalui kegiatan live in. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan dampak nyata sekaligus membangun kemandirian masyarakat secara berkelanjutan. Pada tahap pengembangan solusi, mahasiswa berhasil menghasilkan berbagai inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Dusun Krangkeng.

Inovasi tersebut meliputi Circular Waste to Energy, yang mengolah limbah tanaman menjadi briket biomassa sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan; CARE-Gel, hidrogel berbasis nanoemulsi capsaicin yang memanfaatkan cabai afkir menjadi produk pereda nyeri topikal bernilai tambah; PRO TANI 2.0, aplikasi Android sebagai Early Warning System untuk membantu petani mendeteksi penyakit tanaman secara cepat dan akurat; teknologi silase limbah hortikultura, yang mengubah limbah sawi dan kubis menjadi pakan sapi berkualitas melalui proses fermentasi sehingga mampu menjamin ketersediaan pakan sepanjang tahun; Humusco, pupuk organik cair hasil fermentasi limbah panen untuk mengurangi limbah pertanian sekaligus menekan penggunaan pupuk kimia; serta Golden Cow, konsep pertanian dan peternakan terpadu yang memanfaatkan limbah peternakan sebagai pupuk organik dan limbah pertanian sebagai bahan pengusir serangga atau hama pada sapi. Berbagai inovasi tersebut mencerminkan penerapan konsep ekonomi sirkular dan teknologi tepat guna yang memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjaga keberlanjutan lingkungan.

Sebagai program yang dirancang berkelanjutan, CARE tidak berhenti pada pengembangan prototipe, tetapi juga menekankan implementasi, pendampingan, dan evaluasi dampak bersama masyarakat. Melalui rangkaian kegiatan yang dimulai dari survei lapangan, presentasi proposal inovasi, pengembangan produk, hingga pelaksanaan live in, FSM UKSW berharap Dusun Krangkeng yang masuk wilayah Kabupaten Semarang ini dapat berkembang menjadi model Dusun Sains dan Matematika, yaitu masyarakat yang mampu memanfaatkan sains, matematika, dan inovasi sebagai landasan dalam menyelesaikan berbagai persoalan sehari-hari serta meningkatkan kualitas hidup secara mandiri dan berkelanjutan.

Ranuu, ketua panitia bahwa kegiatan CARE adalah kegiatan pengabdian dan inovasi berlandaskan masalah yang ada di desa Krangkeng, Kecamatan Getasan, 23 Mei-19 Juli 2026. ”Inovasi yang diangkat tidak hanya dari fisika saja, tetapi matemaktika hingga kimia, semuanya mengambl andil di masing-masing bidang keilmuan, namun ada juga kelompok yang berkolaborasi dari beberapa program studi” demikian jelas Ranuu mahasiswa dari prodi Matematika ini.
(Suyito Basuki)













