SEMARANG, wartaintegritas.com – Sejak hujan deras di Semarang pada Rabu 22 Oktober 2025 lalu, areal Kaligawe, Genuk, Sawah Besar, Tlogosari bahkan juga Sayung Demak, hingga hari ini Sabtu, masih banjir. Hari keempat masih banjir cukup dalam. Bahkan di depan RSI Sultan Agung masih 50-80 cm. Sehingga truk pun banyak yang mogok. Karenanya arus lalin dialihkan lewat jl Majapahit Semarang.
Banyak pemukiman memerlukan dapur umum dan bantuan pompa. Namun sejauh ini pompa yang ada di rumah pompa pada rusak tak terawat. Sehingga air statis tidak mengalami penyusutan. Lebih parah Jumat sore jatuh hujan lagi.
Sementara daerah Semarang lainnya aman. Hujan Rabu lalu memang tidak merata. Hanya melanda daerah timur Semarang. Namun efeknya ternyata parah. Banjir. Beberapa titik juga longsor lokal namun diatasi warga sendiri.
Akibat banjir Rabu malam, maka pada hari itu terjadi kemacetan arus lalin di jl Arteri Yos Sudarso hingga 7 km. Mulai Kubro Kaligawe hingga Kali Banteng. Bahkan paginya mencapai Taman Lele. Semua ruas jalan di penuhi truk parkir. Karenanya pada Kamis siang terjadi pengalihan arus kendaraan. Tentu saja berdampak kemacetan di Jl Majapahit (Brigjen Sudiarto) yang kebetulan juga sedang dicor beton.
(J. Christiono)















