OUTING CLASS SMA WARGA: MENUMBUHKAN CINTA BUDAYA DAN PERSATUAN DI MANGKUNEGARAN

Sebanyak 435 murid kelas X dan XI SMA Warga mengikuti kegiatan outing class yang diselenggarakan pada Rabu, 15 April 2026 di Pura Mangkunegaran. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dengan tujuan mengenal budaya dan adat Jawa, mengamati langsung lingkungan keraton, serta menumbuhkan rasa cinta budaya dan persatuan di kalangan peserta didik.

Sejak pagi hari, para murid telah berkumpul dan mengikuti pengkondisian serta pembekalan kegiatan. Dalam sesi awal ini, peserta memperoleh pemaparan sejarah ringkas mengenai berdirinya Pura Mangkunegaran oleh Raden Mas Said pada tahun 1757 melalui Perjanjian Salatiga. Penjelasan tersebut memberikan wawasan penting tentang perjalanan sejarah, nilai perjuangan, serta peran Mangkunegaran sebagai pusat pelestarian budaya Jawa hingga masa kini.

Salah seorang guru pembimbing, Yoggi Bagus Christianto, S.Pd. turut memberikan arahan kepada para peserta. Ia menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran langsung dari sumber sejarah. “Kunjungan ke Pura Mangkunegaran ini membawa kita mengenal bukan hanya keberadaan Pura Mangkunegaran pada masa kini yang terkait dengan nilai-nilai dan kebudayaan Jawa, tetapi juga peristiwa-peristiwa bersejarah di Kota Surakarta,” ungkapnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan jelajah museum dan kawasan keraton yang dipandu oleh pemandu profesional. Dalam sesi observasi ini, murid diajak mengamati secara langsung berbagai koleksi bersejarah, tata ruang keraton, serta nilai-nilai filosofis yang melekat pada setiap elemen bangunan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah lukisan langit-langit di Pendopo Ageng dengan motif Kumudawati, yang melambangkan kesucian, kekuatan, dan semangat hidup melalui simbol delapan api serta filosofi “pari anom” sebagai identitas Mangkunegaran.

Selain itu, peserta juga dikenalkan pada kekayaan seni karawitan melalui koleksi gamelan pusaka yang dimiliki Mangkunegaran. Gamelan-gamelan bersejarah seperti Kyai Kanyut Mesem dan Kyai Udan Arum menjadi bukti tingginya nilai seni dan budaya yang diwariskan sejak masa awal berdirinya keraton. Koleksi ini hingga kini masih digunakan dalam berbagai kegiatan seni dan adat, memperkuat fungsi Mangkunegaran sebagai pusat budaya yang hidup.

Puncak kegiatan berlangsung saat para murid menyaksikan pergelaran tari tradisional Gambyong Retnakusuma di Pendopo Ageng. Pertunjukan ini menghadirkan harmoni gerak tari yang anggun dengan iringan gamelan yang khas, memberikan pengalaman estetis sekaligus memperdalam apresiasi murid terhadap seni tradisional Jawa.

Melalui kegiatan outing class ini, SMA Warga tidak hanya menghadirkan pembelajaran di luar kelas, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebudayaan, kebersamaan, dan persatuan dalam keberagaman. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen sekolah dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berbudaya, dan memiliki rasa cinta terhadap warisan bangsa, khususnya budaya di Surakarta.

(Purwoto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *