Apresiasi Pewarna Indonesia, Ketua Pewarna PD Jateng, Suyito Basuki Nominasi Figur Budaya

Peristiwa7801 Dilihat

KAB. SEMARANG, wartaintegritas.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Wartawan Nasrani  Indonesia (Pewarna)  akan diselenggarakan pada tanggal 12-15 November 2025, mengusung tema “Menghijaukan Nusantara, Merawat Peradaban: Pewarta Sebagai Garda Terdepan Pelestari Alam dan Penjaga Nilai Luhur Bangsa”.  Rakernas ini akan dihadiri oleh pejabat pemerintah Kalimantan Tengah, dan pengurus-pengurus Pewarna daerah  atau provinsi ini akan diadakan di Palangkaraya di Aula Jaya Tingang Lt. 1 Kantor Gubernur Kalimantan Tengah. 

Di dalam acara Rakernas tersebut akan ada penghargaan Apresiasi Pewarna Indonesia (API) kepada orang-orang pemerintah dan non pemerintah  dengan berbagai kategori ketokohan.  Ada 13 nominasi yang diusulkan sesuai versi Pewarna, diantaranya adalah nominasi: (1) Figur Penjaga Keberagaman Non Pemerintah. (2) Figur Birokrat Kesetaraan. (3) Figur Bidang Hukum. (4) Figur Pemuda. (5) Artis/Publik Figur. (6) Figur Bidang Pendidikan. (7) Figur Politisi. (8) Figur Tokoh Media. (9) Figur Oikumene. (10) Figur Lembaga Misi Paling Berperan. (11) Figur Budaya. (12) Figur Peduli Lingkungan. (13) Sahabat Pewarna Indonesia.

Nama-nama populer seperti  Sherly Tjoanda Laos, Gubernur Maluku Utara dan Elisha Orcarus Allasso, Sinden Multitalenta masuk dalam bursa nominasi penerima penghargaan. Sherly Tjoanda Laos adalah nominasi Figur Birokrat Kesetaraan, sedangkan Elisha Orcarus Allasso sinden yang naik daun semasa Dhalang Ki Seno Nugroho adalah nominasi Figur Artis/Publik. Salah seorang yang masuk nominasi penghargaan yang lain adalah Suyito Basuki, Ketua Pewarna PD Jateng yang baru saja dilantik kepengurusannya periode 2025-2030, di Rakerda Jateng di UKSW Salatiga, 18 Oktober 2025 yang baru lalu.  Suyito Basuki masuk pada nominasi Figur Budaya. 

Disebutkan dalam deskripsi Nominasi API tersebut, Suyito Basuki adalah figur budaya yang mendedikasikan dirinya untuk melestarikan bahasa dan seni Jawa dalam konteks Kekristenan. Beliau adalah pemimpin redaksi sekaligus editor renungan harian berbahasa Jawa, Dilah Kasukman, yang diterbitkan oleh LPIS Sinode GITJ (Gereja Injili di Tanah Jawa) selama tujuh tahun. Peran ini sangat vital untuk “nguri-uri” (melestarikan) bahasa Jawa di kalangan umat.

Komitmen Suyito terhadap pelestarian bahasa terlihat dari upayanya mendorong orang muda dan pendeta untuk menulis dan berbicara dalam bahasa Jawa, sesuai keyakinannya: “use or lose”. Ia bahkan menulis buku tuntunan “Sesorah” (pidato dalam bahasa Jawa) untuk digunakan dalam pelatihan gerejawi dan umum.

Selain di bidang literasi, kemampuan budayanya meluas ke seni pertunjukan. Beliau adalah seorang dhalang yang belajar di Habirandha, Kraton Yogyakarta, dan juga faktor keturunan. Beliau sering diminta memainkan wayang wahyu yang bersumber pada kisah Alkitab (PL & PB), sebuah adaptasi budaya yang mengintegrasikan nilai-nilai rohani Kristen dengan seni tradisional. Lebih lanjut, Suyito Basuki juga menjadi tim revisi Alkitab Perjanjian Lama berbahasa Jawa Formal untuk Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), memastikan bahasa firman Tuhan tetap relevan bagi generasi masa kini tanpa mengurangi bobot teologi.

Silakan mendukung acara API dengan mengisi LINK: https://forms.gle/zGFPDxQUWuDwsUPj6.  Batas waktu pengisian polling adalah 27 Oktober 2025, pukul 23.59 WIB.  Pengisian dilakukan dengan memilih setiap nominator di setiap kategori, setelah itu baru diklik untuk dikirim.

(Erna Widyaningsih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

27 komentar

  1. Saya mengenal bp Suyito Basuki, beliau konsisten dalam pengabdiannya dalam nguri-uri bahasa Jawa, khususnya untuk kalangan umat Kristen

  2. Wah sukses selalu untuk Pewarna dengan segala programnya. Proficiat Pak Suyito Basuki dan tim Gbu all. Tuhan Yesus Memberkati sll.

  3. Saya senang tentang budaya yg diangkat sebagai narasi yg membangkitkan inspirasi bagi generasi muda melenial “tergerus dg budaya modern”.

  4. Bangga dan sangat penting yang telah dilakukan dan yang akan dilakukan Pewarna. Lanjutkan dan Tuhan Yesus memberkati. Amin

  5. Saya mendukung Bp. Suyito Basuki sebagai salah satu nominator API karena perannya dalam mrmajukan dan meningkatkan literasi rohani melalui “Dilah Kasukman” yang telah banyak memberkati umat, khususnya GITJ

  6. Mantap…Pak Suyito Basuki Layak mendapatkan penghargaan atas dedikasi dan karya-karyanya di berbagai bidang, khususnya Figur Budaya yang sangat menjadi berkat untuk banyak orang. Gbu always

  7. Setuju sekali bapak Pdt. Suyito Basuki adalah penjaga dan terus mengembangkan budaya melalui perhatiannya mengembangkan dan terjun langsung sebagai Dalang… Mantap

  8. Bapak Suyito Basuki adalah pribadi multi talenta. Selain mantan Pendeta, saya kenal aktif sbg wartawan dan menulis di Kompasiana dan media lain tentang seni dan budaya. Selain itu beliau juga mahir mendalang, dan dg serius aktif “nguri-uri bahasa Jawa” utk penyuluhan siar agama Kristen, dan menularkan ilmu dan talentanya bagi generasi muda.
    Dg rekam jejak tsb bagi saya Mas Suyito Basuki layak dan tepat untuk dianugerahi Penghargaan API.