Oleh: Darto Sachius *)
SEMARANG, wartaintegritas.com – Tiga hal penting dalam ilmu entrepreneurship dapat menjadi budaya hidup jikalau seseorang memiliki jiwa kreatif, inovatif dan berani mengambil resiko, dalam segala tindakan dan usahanya. Dalam bahasan kali ini penulis akan meredefinisikan kata kreatif dalam konteks biblical dan dalam penerapan masa kini dalam ilmu entrepreneurship.
Kata ini muncul pertama kali dalam kitab suci yaitu dalam Kejadian 1:1 “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” kata menciptakan berasal dari bahasa Ibrani “Bara” yang memiliki arti khusus dalam konteks Kejadian pasal 1, menjelaskan mengenai permulaan ciptaan dari segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Sehingga kata “bara” memiliki arti menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada misalnya Allah “Elohim” menciptakan terang untuk menghilangkan gelap, Allah menciptakan daratan dan lautan, yang sebelumnya bumi gelap gulita dan ditutupi oleh samudra raya. Jadi Allah menciptakan terang sebelum ada benda-benda penerang. Dan selanjutnya Allah menciptakan benda-benda penerang yaitu matahari, bulan, bintang, galaksi dan tumbu-tumbuhan, binatang di laut, di udara dan di daratan. Semua diciptakan dari yang tidak ada menjadi ada oleh firman yang keluar dari mulut Allah. Jadi Kata “Bara” ini bisa diterjemahkan “creation” yang kemudian dalam ilmu entrepreurship menjadi kata “kreatif”. Jadi sebagai anak Allah yang menjadi pencipta dunia dan semesta yang super genius ini, maka anak-anaknya dituntut untuk menjadi seperti bapanya yaitu menjadi anak-anak yang kreatif yaitu sanggup menciptakan usaha baru, peluang baru, terobosan baru dalam segala pekerjaan dan pelayanan anda.
Contoh klasik seorang yang paling kreatif di dunia adalah Thomas Alfa Edison untuk menciptakan bola lampu dia melakukan 9000 lebih percobaan, saat dia masih kecil Edison dikeluarkan dari kelas karena gurunya kuwalahan dengan banyak pertanyaan dan keunikan dan keanehan dari Edison kecil, saat itu dia mecoba mengambil telor ayam kemudian dierami ditempat tidur, saat bangun semua telor pecah. Akhirnya diajar sendiri oleh mamanya secara mandiri. Saat mulai mulai dewasa, dia memulai membuat percobaan bagaimana sebuah bolam itu bisa menerangi dunia. Edison mulai percobaan beberapa kali sampai 1000 kali. akhirnya asistennya minta mengundurkan diri karena merasa sudah gagal 1000 kali, tetapi Thomas Alfa Edison berkata siapa bilang saya gagal, saya sudah berhasil membuat percobaan 1000 kali percobaan, walaupun semua gagal menyala. Sehingga seseorang tidak perlu mengulangi apa yang berhasil saya coba. Namun setelah lebih 9000 percobaan dia menjadi berita dalam beberapa koran yang berkata demikian “ada orang gila yang ingin menerangi bola dunia dengan sebuah bolam” dia ditertawakan oleh dunia saat itu. Tetapi hal ini menjadi cambuk keras untuk Edison. Dan akhirnya sebuah bolam menyala dengan kawat woltram yang murah, voltasenya rendah namun pijarnya sungguh terang dan hal ini menjadi titik togak sejarah dunia. Edison menerangi dunia dengan sebuah bolam.
Hal lain yang dunia belum banyak tahu adalah penemuan lain Edison yaitu menemukan produk kacang tanah yang hari itu murah dan tak bernilai di Amerika diubah menjadi 200 produks yang dipatenkan. Produk itu misalnya kacang tanah diubah menjadi sabun, pasta gigi, sele, menjadi produk-produk kencantikan, dan makanan ringan lainnya. Ini luar biasa yang harus menggerakkan anak-anak bangsa ini untuk berkreasi menciptakan banyak hal baru dalam segala bidang disiplin ilmu yang ada didepan mata untuk kita ubah menjadi hal-hal baru yang dibutuhkan oleh dunia. Apakah yang ada di tangan anda hari ini, hal itu dapat merealisakian mimpi-mimpi besar anda untuk menciptakan dunia yang damai, ramah, adil dan makmur.
*) Penulis tinggal di Semarang










