Klaten — wartaintegritas.com — Pemerintah Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, kembali menggelar acara tahunan Kirab Gelar Budaya dan “Syukuran Banyu”.
Acara yang telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa oleh ribuan warga setempat pada Jumat, 17 Juli 2026.
Kepala Desa Ngrundul, Hari Purnama, S.Sos., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen pemerintah desa untuk rutin diselenggarakan setiap tahunnya selama masa jabatannya.
”Syukuran Banyu dan Kirab Budaya ini kami adakan setiap tahun dan sudah berlangsung tiga kali ini sebagai bentuk rasa syukur. Kami berharap air dari Umbul Brondong selalu melimpah, sehingga wisata desa semakin maju, UMKM berjalan, dan masyarakat menjadi sejahtera,” Jelas Hari Purnama saat diwawancarai awak media wartaintegritas di sela-sela acara pemberangkatan kirab.
Kirab budaya ini menempuh jarak sekitar lebih dari tiga ribu meter dengan rute start dari Balai Desa Ngrundul dan finish di kawasan wisata Umbul Brondong.
Sebanyak lebih dari seribu peserta yang terdiri atas warga tiap RT dan RW ikut berpartisipasi dengan berjalan kaki menampilkan berbagai kreasi unik mereka.
Dalam iring-iringan kirab tersebut, terdapat 13 gunungan yang diarak 12 gunungan berasal dari perwakilan tiap-tiap RW dan1 gunungan utama berasal dari Makan Bergizi Gratis (MBG) Desa Ngrundul.
Selain menyajikan visual kirab yang meriah, pihak panitia juga membagikan 1.500 paket sembako senilai Rp50.000 per paket untuk seluruh Kepala Keluarga (KK) yang ada di Desa Ngrundul. Langkah ini diambil sebagai bentuk berbagi berkah dari hasil bumi dan air di desa tersebut.
“Di Desa Ngrundul sendiri terdapat sekitar 1.500 KK, sehingga seluruh target penerima terpenuhi dengan total paket sembako yang dibagikan sebanyak 1.500 paket tersebut. Setiap paket sembakonya memiliki nilai sebesar Rp50.000,00.” Jelas Lurah Ngrundul
Perwakilan manajemen Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Karunia Sejahtera Umbul Brondong, Puput Fuadi, menambahkan bahwa seluruh elemen stakeholder desa dilibatkan secara penuh dalam agenda tahunan ini.
“Semua perangkat desa, BPD, hingga ketua RT dan RW kami libatkan untuk menyukseskan acara ini,” tuturnya.
Puncak Acara: Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk
Setelah prosesi kirab dan arak-arakan gunungan selesai pada siang hari, puncak perayaan dilanjutkan pada malam harinya dengan menggelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk di kawasan Umbul Brondong.

Pagelaran wayang kulit ini menghadirkan dalang ternama Ki Kusni yang membawakan lakon khusus yang berkaitan dengan kelestarian mata air dan syukuran banyu.
Acara malam puncak ini juga turut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai instansi kabupaten, seperti Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kabupaten Klaten (Bapak Sutopo), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes), Dinas Pariwisata, Dewan Kesenian Kabupaten Klaten, jajaran Muspika/Polsek/KUA Kebonarum, serta para kepala desa dari desa-desa sekitar beserta perangkatnya.
Melalui sinergi budaya ini.
Pihak Pemerintah Desa Ngrundul berharap kekompakan, kerukunan, dan tali silaturahmi antarwarga dapat terus terjaga demi kelancaran proses pembangunan desa ke depan.
(Benyamin Hadinagara)
















