KAB.SEMARANG – wartaintegritas.com – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang Anang Sukoco memimpin langsung gerakan “Jumat Bersih” di komplek Terminal Wisata Bandungan, Jumat (17/07/2026) kemarin. Kegiatan itu melibatkan ratusan warga komplek terminal dan ASN Dishub.
“Dalam kegiatan Jumat Bersih disini, kami berbaur bersama membersihkan fasilitas umum seperti musala, toilet, tempat parkir,kios dan lapak penjualan bunga. Gerakan Jumat Bersih ini merupakan instruksi dari Bupati Semarang H Ngesti Nugraha guna mendukung program nasional Indonesia ASRI (Aman Sehat Resik Indah) Presiden Prabowo Subianto,” terang Anang Sukoco, yang juga Kepala Satpol PP & Damkar Kabupaten Semarang didampingi Sekretaris Dishub Joko Nurjanto.
Menurutnya, kegiatan digelar di komplek Terminal Wisata Bandungan ini, tidak lain adalah untuk membantu meningkatkan daya tarik wisata melalui fasilitas terminal yang bersih dan rapi. Diharapkan, dengan terminal yang bersih maka rejeki juga bagus. Dan selama ini juga digaungkan dengan “terminale resik, rejekine ya apik”.

“Kegiatan yang kita laksanakan ini, intinya dapat menjalin komunikasi intensif dengan warga terminal yang terdiri dari pedagang bunga, tukang parkir, penjual oleh-oleh khas dan lainnya. Sehingga mereka memiliki tanggung jawab untuk selalu menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan terminal,” ujar Anang.
Ditambahkan, apabila jumlah wisatawan meningkat karena terminalnya menarik maka akan berdampak baik bagi pendapatan mereka.
Sementara itu, Kepala UPTD Sarpras Perhubungan, Shoffi Naufal dalam laporannya disampaikan, bahwa pusat kegiatan rencananya akan dilaksanakan secara bergilir di tujuh terminal di Kabupaten Semarang. Yakni terminal Sumowono, Pal Bapang, Ungaran, Ambarawa, Suruh, dan Terminal Pasar Projo.
“Apel seluruh ASN Dishub pada setiap Jumat akan digelar bergilir di tiap terminal tersebut. Seterusnya dilanjutkan dengan gerakan Jumat bersih. Harapannya, kegiatan ini secara tidak langsung mempengaruhi pendapatan asli daerah khususnya dari retribusi terminal. Di tahun 2026, target pendapatan dari retribusi terminal sebesar Rp 700 juta. Sampai dengan semester I ini sudah terealisasi sebesar Rp 360 juta lebih. Yang jelas, kami merasa optimis bisa memenuhi target,” pungkasnya.
(Heru Santoso)










