Tabur Benih Toleransi Sejak Dini, Siswa TK Pertiwi Tambongwetan Sambangi Pusat Edukasi Kerukunan Klaten

Pendidikan121 Dilihat

KLATEN – wartaintegritas.com — Keceriaan terpancar dari wajah puluhan siswa TK Pertiwi Tambongwetan, Kecamatan Kalikotes, saat menyambangi Pusat Edukasi Kerukunan Umat Beragama (PEKUB) di Komplek Grha Bung Karno, Klaten, pada Selasa (5/5/2026). Kunjungan belajar atau outing class ini bertujuan untuk mengenalkan kerukunan dan keberagaman agama kepada anak-anak sejak usia dini.

Sebanyak 57 anak dengan didampingi 5 guru tampak antusias mengeksplorasi deretan rumah ibadah yang berdiri berdampingan di komplek tersebut. Mereka mendapatkan penjelasan langsung dari para tokoh lintas agama mengenai fungsi dari Masjid, Gereja Kristen, Gereja Katolik, Vihara, Klenteng, hingga Pura.

Menanamkan Nilai Pancasila

Kepala TK Pertiwi Tambongwetan, Maskamah, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar jalan-jalan, melainkan upaya menanamkan nilai-nilai Pancasila secara konkret.

“Kami ingin anak-anak mengenal rumah ibadahnya sendiri sekaligus menghormati rumah ibadah pemeluk agama lain. Harapannya, sikap toleransi, tenggang rasa, dan kerja sama sudah terpatri di sanubari mereka sejak masa pendidikan dasar,” ujar Maskamah.

Hal senada diungkapkan oleh perwakilan FKUB Kabupaten Klaten, Pendeta Harno Sakino dan Ir. Wisnu Hendrata. Mereka menekankan bahwa mengenalkan fungsi rumah ibadah kepada anak-anak merupakan langkah efektif untuk merawat kerukunan di masa depan.

Apresiasi dari PKUB Perempuan

Kegiatan positif ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Perempuan Kabupaten Klaten, Hj. Istikomah, M.Pd. Menurutnya, pengalaman langsung (visual) jauh lebih membekas bagi karakter anak dibandingkan hanya teori di dalam kelas.

“Ini adalah langkah efektif menabur benih kerukunan. Anak-anak mendapatkan wawasan luas tentang kebhinekaan melalui proses pembelajaran yang menyenangkan. Kami berharap sekolah-sekolah lain di Klaten juga terinspirasi untuk melakukan hal serupa,” pungkas Istikomah.

Simbol Persaudaraan

Di lokasi PEKUB, para petugas FKUB seperti Ibu Arum, Ibu Chrisni, dan Mbak Nana secara bergantian memberikan edukasi yang ramah anak. Melalui kunjungan ini, diharapkan generasi masa depan Klaten tumbuh menjadi pribadi yang berani, percaya diri, dan memiliki kesadaran tinggi akan indahnya persaudaraan di tengah perbedaan.

(Dwijonagoro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *