Menumbuhkan Greget Gen-Z Belajar Ilmu Fisika

Pendidikan297 Dilihat

Oleh: Erna Widyaningsih *)

Terbetik kabar, sebuah universitas swasta yang kondang di Jawa Tengah, angkatan baru Prodi Fisika hanya mendapat seorang mahasiswa.  Bulan September yang baru lalu, berbagai daya upaya dilakukan oleh pihak fakultasnya untuk mendapatkan tambahan mahasiswa antara lain dengan memberikan potongan 75 prosen uang gedung dan uang kuliah setiap semesternya.  Sebelumnya potongan yang diberikan 50 prosen.

Sebegitu sulitkah kuliah ilmu fisika sehingga generasi sekarang yang sering disebut Gen-Z enggan menggelutinya?  Apa sih ilmu fisika itu sebenarnya?

Fisika adalah ilmu tentang alam. Dalam kajian alam, fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam ruang dan waktu.  Para fisikawan atau ahli fisika mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi hingga perilaku materi alam semesta sebagai kesatuan kosmos.

Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi.  Sifat semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika, misalnya hukum kekekalan energi, hukum pemantulan gelombang, hukum newton dan lain-lain.  Fisika sebenarnya adalah ilmu yang sangat penting, karena itu sering disebut sebagai ilmu paling mendasar. Artinya setiap ilmu alam lainnya  seperti kimia, biologi, geologi dan lain-lain mempelajari sistem tertentu yang mematuhi hukum fisika.  Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya.  Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti elektronika dan mekanika kuantum.  Fisika juga berkaitan dengan ilmu matematika.  Teori fisika banyak dinyatakan dalam notasi matematis, dan ilmu matematika yang digunakana fisika biasanya lebih rumit dari pada ilmu matematika itu sendiri.

Berbagai Manfaat

Sebenarnya mempelajari fisika memiliki banyak manfaat, antara lain: 1. melalui fisika dapat menyingkap rahasia alam, dengan demikian fisika dapat memahami kejadian alam yang penting untuk peradaban manusia; 2. fisika berperan besar  dalam penemuan-penemuan teknologi, hal ini akan memudahkan kehidupan manusia, dan inilah manfaat fisika yang luar biasa; 3. fisika berada di depan dalam perkembangan teknologi, misal perkembangan ilmu roket, nuklir dan sebagainya, adalah  merupakan terapan dari ilmu fisika; 4.  fisika sebagai ilmu dasar mempunyai andil dalam ilmu-ilmu lain, misal dalam ilmu kedokteran perlu memahami bagaimana darah dan arus udara dalam tubuh melalui konsep tekanan, kecepatan aliran dan perubahan resistensi terhadap aliran, dan informasi itu semua terdapat dalam ilmu fisika dan; 5.  fisika melatih kita untuk berpikir logis dan sistematis, dengan demikian kita bisa dan terbiasa untuk berpikir dengan menggunakan logika yang benar dan berpikir secara teratur.

Meski ilmu fisika itu penting dan manfaatnya banyak sekali bagi kehidupan manusia, tetapi dari waktu ke waktu, sering orang berpendapat: mempelajari fisika itu membosankan!  Lalu bagaimana dengan pengajaran ilmu fisika kepada generasi sekarang ini yang sering disebut sebagai generasi milenial?  Sebuah tantangan yang luar biasa bagi pengajaran ilmu fisika!

Kekhasan Gen-Z

Gen-Z merujuk pada kelompok demografis generasi muda kelahiran tahun 1997–2012 yang dikenal sebagai “Zoomers” atau “Digital Natives” karena tumbuh dengan akses teknologi dan internet sejak usia dini. Mereka menggunakan bahasa khas yang dinamis dan kreatif, sering kali dipengaruhi oleh meme, subkultur internet, dan media sosial, serta menghasilkan singkatan, kata-kata baru, dan penggunaan kiasan atau pembalikan kata

Karena kedekatan dengan internet generasi ini umumnya memiliki informasi dengan cepat.  Mereka dimudahkan dalam mendapatkan kesenangan dari dunia digital.  Kadang perilaku mereka tidak lagi bersumber pada kearifan keluarga dan masyarakat tempat mereka tinggal tetapi bersumber pada informasi yang mereka dapatkan. 

Hal-hal inilah yang kemudian mempengaruhi cara pikir dan cara pandang mereka, termasuk etos kerja.  Kemudahan informasi menjadikan mereka menyamaratakannya di bidang lain.  Semuanya dianggap mudah.  Misal soal makan.  Kalau generasi sebelumnya, mau menikmati makanan harus memasak lebih dulu, tetapi generasi ini bisa pesan melalui goofood.  Demikian juga dengan belanja lainnya.

Dengan demikian, kemudahan-kemudahan itu bisa membuat kemalasan berpikir.  Segala sesuatunya mendapat jawaban di internet, termasuk mengerjakan soal-soal pelajaran sekolah.  Apakah itu kemudian yang menyebabkan mereka tidak mau belajar pada bidang-bidang yang sulit, seperti ilmu fisika misalnya?

Akan tetapi, di sisi lain mereka memiliki sisi positif.  Antara lain adalah pribadi yang memiliki pikiran terbuka, pendukung kesetaraan hak; mereka juga mempunyai rasa percaya diri yang bagus, mampu mengekspresikan perasaannya, pribadi liberal, optimis, dan menerima ide-ide dan cara-cara hidup.

Membuat Senang, Sebuah Tantangan

Mengajar kepada generasi dengan ciri-ciri tersebut, maka pengajar fisika harus berusaha membuat senang antusias para pelajar dengan memberi kebebasan untuk berekspresi dalam mempelajari ilmu fisika.  Jawabannya antara lain adalah, para pelajar dilibatkan dalam membuat dan mempresentasikan alat peraga hasil karyanya.  Beberapa alat peraga yang bisa mereka kerjakan antara lain sebagai berikut.

Mereka bisa membuat secara berkelompok alat peraga fisika sederhana sebagaimana yang pernah lakukan bersama siswa misalnya 1. Kapal Selam Sederhana, tujuannya penerapan Hukum Archimedes dengan pemanfaatan barang limbah.  Manfaatnya siswa dapat mengamati dan mempelajari secara langsung prinsip kerja dari kapal selam serta berksperimen secara langsung peristiwa terapung dan tenggelam kapal selam. 2. Roket Air sederhana, tujuannya untuk membuktikan Hukum Kekekalan Momentum. 3. Kapal Uap, tujuannya untuk membuktikan Hukum Kekekalan Energi. 4. Pembuatan Dongkrak Hidrolik Sederhana, tujuannya mengetahui prinsip kerja dongkrak hidrolik sesuai Hukum Pascal. 5. Pipa U/ Hidrostatis, Tekanan Hidrostatis, tujuannya menentukan massa jenis zat cair, manfaatnya memberi pengalaman dan pengetahuan kepada siswa tentang zat cair dan cara menentukan massa jenis zat cair.

Saat mereka mempresentasikan hasil karya alat peraga, mereka diminta  juga merekam dalam sebuah video kemudian mengunggahnya ke dunia media sosial: you tube, face book, instagram dan lain-lain.  Mereka akan bangga dengan hasil karya mereka dan siapa tahu ada dampak ekonomi dari pengunggahan ke media sosial itu.  Dengan demikian, para pelajar akan semakin bersemangat dan semakin tumbuh greget mereka dalam mempelajari fisika!

 *) Penulis Guru Fisika  SMA Negeri Ambarawa Kab. Semarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar