Romo Yulius di Misa Pelajar Kosiska: “Hanya Orang Egois yang Tidak Mau Mendengarkan”

Pendidikan110 Dilihat

​KLATEN – wartaintegritas.com — Ratusan pelajar Katolik yang tergabung dalam Kelompok Siswa-Siswi Katolik (Kosiska) Klaten memadati Gereja Maria Assumpta untuk mengikuti Perayaan Ekaristi bulanan pada Jumat (13/3/2026). Meski hadir dalam jumlah yang lebih ramping dari biasanya, suasana ibadah tetap berlangsung khidmat dan penuh semangat.


​Tercatat sekitar 600 siswa hadir dalam misa kali ini. Walaupun angka tersebut di bawah rata-rata kehadiran biasanya yang mencapai 800-900 orang, antusiasme para pelajar tidak surut. Nuansa pertobatan terasa kental berkat iringan koor dari SMKN 1 Klaten yang membawakan lagu-lagu liturgi dengan syahdu.


​Sentilan Romo Soal Etika Main HP
​Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Yulius Blasius Fitri Gunanta, Pr. ini menjadi momen refleksi mendalam bagi para siswa. Dalam homilinya, Romo Yulius memberikan pesan menohok terkait perilaku generasi muda saat ini, terutama mengenai ketergantungan pada gawai. ​Ia mengecam keras sikap abai yang sering ditunjukkan remaja, seperti bermain ponsel (HP) saat sedang diajak bicara atau diberi nasihat.


​”Jangan seperti itu, karena itu tidak menunjukkan keseriusan dan hormat kepada orang lain,” tegas Romo Yulius di hadapan ratusan siswa.


​Makna Hukum “Dengarkan”
​Romo Yulius menjelaskan bahwa kunci pertumbuhan iman dan kedewasaan dimulai dari satu kata: “Dengarkan”. Menurutnya, orang yang mau membuka telinga dan hati adalah orang yang memiliki kemauan untuk maju dan mengenal ajaran Yesus lebih dalam.


​”Hanya orang yang egois yang tidak mau mendengarkan. Orang seperti ini menutup diri untuk berkembang dan maju,” tambahnya.


​Kuis Berhadiah di Tengah Misa
​Suasana semakin semarak ketika Romo Yulius melempar tantangan kepada para siswa mengenai jawaban Yesus saat ditanya orang Farisi tentang hukum yang pertama. Dari empat siswa yang berani maju ke mimbar, hanya satu siswa yang berhasil memberikan jawaban tepat. ​Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan pengetahuannya, siswa tersebut mendapatkan hadiah langsung berupa uang tunai sebesar Rp50.000 dari Romo Yulius.


​Perayaan Ekaristi ini pun diakhiri dengan doa bersama dan berkat penutup. Para siswa membubarkan diri dengan membawa pesan penting untuk lebih peduli dan hadir secara utuh dalam setiap relasi, tanpa terdistraksi oleh layar ponsel.


(Fx Pardiman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *