KLATEN – wartaintegritas.com — Di tengah pesatnya dinamika masa muda, penguatan karakter berbasis iman menjadi prioritas di SMPN 4 Klaten. Pada Kamis (12/3), puluhan siswa-siswi Kristiani berkumpul di Aula sekolah untuk mengikuti pembinaan iman bertema “Mengenal Diri Sendiri, Sesama, dan Allah”.
Kegiatan yang menghadirkan Frater Januarius Murdi Pangestu sebagai narasumber utama ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan rutin, melainkan ruang refleksi mendalam bagi para siswa untuk menemukan jati diri spiritual mereka.
Etika Makan dan Kritik Sosial
Acara dimulai dengan puji-pujian yang meriah, namun suasana berubah haru saat Fx. Pardiman memberikan sesi refleksi mengenai syukur. Beliau menyoroti perilaku membuang makanan melalui kisah “Fitri” yang menyentuh hati dan perbandingan etika konsumsi di luar negeri.
”Apa yang kita buang dengan mudah, bisa jadi adalah harapan bagi mereka yang kelaparan,” pesan Pardiman yang disambut suasana hening para peserta.
Filosofi Kehidupan dalam Selembar Gambar
Salah satu momen paling menarik adalah sesi kontemplasi visual. Frater Janu mengajak siswa menuangkan isi hati mereka dalam bentuk simbol. Hasilnya luar biasa, para siswa menunjukkan kematangan berpikir yang melampaui usia mereka:
- Iman sebagai Fondasi: Gressita menggambarkan Akar, sementara Videla memilih Batu sebagai simbol keteguhan dari godaan negatif.
- Kesucian & Ketergantungan: Putri memilih Anggrek Putih untuk kesucian hati, sedangkan Bernadet menggambarkan Pohon/Oksigen sebagai tanda bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa Tuhan.
Harapan Sekolah
Pihak sekolah berharap melalui kegiatan ini, lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara kognitif di kelas, tetapi juga memiliki kepekaan nurani yang tajam terhadap lingkungan sekitar.
(Fx Pardiman)










