Prodi S1 IE FEB UKSW & Pemkot Salatiga Pertajam Strategi Pengelolaan Keuangan dan Usaha UMKM

Uncategorized64 Dilihat

SALATIGA – wartaintegritas.com – Program Studi S1 Ilmu Ekonomi (IE) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana (FEB) UKSW Salatiga bersama Dinas Koperasi dan UKM Kota Salatiga berkolaborasi menggelar “Pelatihan & Pendampingan UMKM” selama tiga hari sejak Selasa (18/08/2026) hingga Kamis (20/08/2026).

“Hari ini, Rabu (19/08/2026) memasuki hari kedua pelatihan. Pada intinya pelatihan dan pendampingan bagi pelaku ataupun pegiat UMKM ini akan semakin memperdalam pembekalan bagi para pelaku usaha mikro. Pelatihan ini fokusnya pada pemanfaatan platform digital dan digital marketing, penguatan tata kelola keuangan, dan strategi manajemen usaha sebagai fondasi utama keberlanjutan bisnis,” kata Ketua Prodi IE FEB UKSW Prof Dr Gatot Sasongko SE MS kepada awak media.

Nara sumber yang dihadirkan menyajikan dan memaparkan materi yang berbeda-beda. Seperti yang dipaparkan oleh nara sumber yang juga Pakar Kewirausahaan FEB UKSW, Komala Inggarwati SE MM MBus PhD, ditegaskan bahwa pengelolaan usaha yang berhasil tidak hanya berfokus pada penjualan produk semata, namun intinya pada pemahaman terhadap Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle).

“Pelaku UMK harus mampu mengeksekusi strategi pemasaran yang tepat di setiap fase pertumbuhan produk, mulai dari perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan, hingga penurunan, agar bisnis tidak merugi saat persaingan pasar memuncak. Dan, kali ini para peserta dibekali penerapan strategi bauran pemasaran (Marketing Mix 4P) yang adaptif untuk menjaga fleksibilitas usaha dalam menghadapi dinamika pasar,” ujar Komala.

Lain lagi materi yang dipaparkan oleh Pakar Akuntansi FEB UKSW, Dr Supatmi SE MAk CA, membedah akan pentingnya pencatatan keuangan sebagai indikator utama kesehatan usaha. Disini penekanannya bahwa adminsitrasi keuangan tidak boleh dianggap sebagai beban yang rumit.

Nara sember bersama peserta melakukan foto bersama sebelum pelatihan dimulai. (Heru S)

“Diawali dari Buku Kas Harian, Laporan Laba Rugi, hingga Neraca, pelaku UMKM dapat mengetahui kondisi kesehatan usahanya secara real-time. Pemanfaatan teknologi digital kini membuat proses pencatatan tersebut jauh lebih praktis dan akurat,” kata Supatmi.

Dukungan Pemkot Salatiga dan Pendampingan Berkelanjutan

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Salatiga, Dr Bayu Joko Mulyono SSos MSi menyampaikan apresiasinya atas model kegiatan kolabirasi ini. Tantangan UMKM Salatiga saat ini, tidak hanya sekedar masalah modal atau tempat usaha, lebih dari itu yakni tata kelola finansial atau keuangan dan ketahanan terhadap persaingan.

“Pelatihan ini dirancang sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan hingga UMK benar-benar menguasai pengelolaan usahanya. Fokusnya menyeluruh, mulai pembukuan, perhitungan biaya dan laba berbasis statistik, hingga pembentukan model bisnis yang tangguh. Dari sisi permodalan, Pemkot Salatiga memfasilitasi melalui program Samibingah (Subsidi Bunga) untuk meringankan beban pembiayaan usaha mikro. Sedangakan dari sisi efisiensi, pemasaran digital terus didorong agar UMKM tidak lagi terbatasi lokasi fisik,” terang Bayu.

Sebelum mengakhiri pelatihan di hari kedua ini, digelar sesi simulasi mandiri. Yakni, mahasiswa pendamping dari Program Studi S1 Ilmu Ekonomi (IE) FEB UKSW terjun langsung mendampingi pelaku UMKM dalam merapikan buku kas harian dan merancang strategi digitalisasi usahanya. Sinergi berkelanjutan antara akademisi, pemerintah daerah dan pelaku usaha ini diharapkan mampu mencetak UMKM Kota Salatiga yang makin tangguh, tertib finansial, dan utamanya siap bersaing di pasar digital.

(Heru Santoso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *