KLATEN, wartaintegritas.com – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo S.I.Kom. didampingi Wakil Bupati H. Benny Indra Ardhianto S.E., M.B.A. telah merampungkan program “Sambung Rasa” ke-26, menandai selesainya tahap pertama pada tahun 2025 dengan mengunjungi 26 kecamatan di seluruh Kabupaten Klaten. Sambung rasa yang ke-6 ini digelar di Desa Pandes Wilayah Kecamatan Wedi pada hari Rabu (12/11/25)
Program ini bertujuan untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat dan mempercepat penyaluran bantuan serta pelayanan.
Infrastruktur jadi Usulan Teratas

Bupati Klaten menyatakan rasa syukurnya atas tingginya respons masyarakat di setiap desa. Berdasarkan hasil keliling, infrastruktur masih menjadi usulan utama yang paling banyak disampaikan warga. “Insya Allah ke depan, infrastruktur itu yang akan kami genjot,” tegas Bupati, seraya menambahkan bahwa isu ini sudah dimitigasi sejak awal dan akan menjadi fokus utama.
Strategi Tuntaskan Kemiskinan dengan Data Akurat
Selain infrastruktur, agenda utama Pemkab Klaten adalah mempercepat penurunan angka kemiskinan.
Wakil Bupati H.Benny Indra Ardhianto yang juga Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), menyampaikan bahwa angka kemiskinan sudah berada di jalur yang benar.
Strategi yang akan diintensifkan pada periode ini meliputi:
- Perbaikan Data: Diawali dari perbaikan data (dari DTKS ke DTSN) untuk memastikan penargetan program lebih tepat sasaran. Percepatan RTLH: Fokus utama pada penuntasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang masih menyisakan sekitar 6.000 unit.
- Pengembangan Ekonomi: Mengurangi Bansos sebagai solusi jangka panjang dan menggantinya dengan berbagai pelatihan, peningkatan kapasitas, serta menciptakan UMKM dan pengusaha baru. Selain itu, juga dilakukan kerja sama dengan perusahaan untuk penyerapan tenaga kerja.
Bupati menargetkan angka kemiskinan dapat turun hingga ke satu digit pada akhir periode ini, dengan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak. Bupati juga menyoroti Desa Pandes sebagai desa yang jadi Role Model Desa Mandiri, yaitu contoh desa yang berhasil mandiri. “Ternyata enggak punya pariwisata juga tetap bergerak dan bisa berkembang,” tutup Bupati menekankan pentingnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Bupati Tegaskan Evaluasi TPS 3R dan Siapkan Perda Retribusi Kabel WiFi
Dalam Sambung rasa ke-25 di Desa Juwiring,
Bupati Klaten saat menjawab pertanyaan awak media, menegaskan komitmen Pemkab untuk mengoptimalkan penanganan sampah terpadu dari hulu hingga hilir, menyusul pengakuan bahwa operasional Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di beberapa desa masih belum maksimal.
Pemkab akan segera melakukan evaluasi dan pendampingan untuk memastikan TPS 3R berjalan optimal. Bupati menekankan pentingnya perubahan kebiasaan masyarakat untuk memilah sampah dari rumah sebagai langkah di sektor hulu.
Perda Kabel WiFi untuk PAD
Selain itu, Pemkab juga tengah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) untuk menertibkan dan mengenakan retribusi pada kabel-kabel WiFi yang menjuntai di pinggir jalan. Retribusi ini ditujukan kepada penyedia layanan WiFi yang berbisnis di Klaten.
Tujuan utama Perda ini adalah untuk meningkatkan estetika kota dan menjadikan retribusi tersebut sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna mempercepat pembangunan infrastruktur.
Respons Usulan Warga Juwiring
Dalam kesempatan “Sambung Rasa” Bupati juga menampung usulan warga Juwiring, khususnya terkait bantuan jalan usaha tani dan sumur sibel untuk pertanian, serta perbaikan fasilitas olahraga bagi pemuda setempat. Semua usulan ini akan segera dikoordinasikan dengan OPD teknis terkait untuk ditindaklanjuti.
Pandes Gandeng Pihak Luar Perkuat UMKM
Kelurahan Pandes berkomitmen memperkuat ekonomi lokal dengan fokus mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) unggulan seperti Batik, Kampung Sablon, dan kerajinan tangan.

Kades Pandes Heru Purnomo, S.Tp. menyatakan bahwa untuk mencari solusi dan pengembangan, pihak kelurahan aktif menggandeng pihak eksternal, termasuk dinas, universitas, dan yayasan.
Strategi pemasaran produk UMKM dilakukan secara kolaboratif melalui koperasi lokal yang bertugas melakukan pengemasan (Packaging) dan pemasaran.
Menanggapi kebijakan pengurangan dana desa secara nasional, Kelurahan Pandes bersikap bijak dan adaptif. Mereka menekankan pentingnya menyiasati anggaran agar prioritas kebutuhan masyarakat dan amanat pemerintah pusat dapat terpenuhi secara seimbang.
(Benyamin Hadinagoro)










