KLATEN – Wartaintegritas.com — Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 tahun 2026, DPC Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kabupaten Klaten menggelar aksi Edukasi Gizi Serentak di Sekolah. Kegiatan yang mengusung tema “Gizi Optimal Menuju Indonesia Emas 2045” ini dipusatkan di Auditorium SD Putra Bangsa Klaten pada Rabu (21/1/2026).
Acara ini tidak hanya bertujuan meningkatkan literasi gizi peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencapaian rekor kegiatan edukasi gizi serentak terbanyak di Indonesia. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, Ketua TP PKK Kabupaten Klaten, serta jajaran tenaga pendidik dan ratusan siswa.
Sinergi Sekolah dan Orang Tua
Kepala Sekolah SD Putra Bangsa, Adi Yanto, S.Kom., M.Pd., menegaskan bahwa sekolahnya sangat berkomitmen dalam mendukung kesehatan siswa melalui program asupan gizi seimbang. Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah memberikan ruang bagi orang tua untuk berperan aktif.

“Kami melibatkan orang tua secara praktis. Mereka memiliki kebebasan, apakah ingin menyiapkan sendiri bekal dari rumah atau memilih layanan catering yang mereka percaya. Namun, kami tetap melakukan pengawasan agar di dalam porsi mereka harus ada sayuran dan buah-buahan,” ujar Adi Yanto di sela-sela pemantauan konsumsi sehat siswa.
Menurutnya, tubuh yang sehat adalah motor penggerak kecerdasan. “Dasar dari prestasi adalah tubuh yang sehat. Karena itu, asupan bergizi sangat krusial untuk tumbuh kembang anak,” tambahnya.
Tantangan Gizi Ganda di Indonesia
Ketua DPC Persagi Klaten, Nurhayati, menyoroti kompleksitas permasalahan gizi yang masih menghantui Indonesia, mulai dari kekurangan gizi hingga obesitas akibat konsumsi junk food.
“Masih banyak anak yang mengalami kekurangan gizi, namun di sisi lain banyak yang kelebihan gizi karena pola makan tidak sehat. Edukasi ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku anak-anak agar lebih cerdas memilih makanan bergizi,” jelas Nurhayati.
Dukungan Pemerintah Kabupaten Klaten
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo (yang akrab disapa Mas Hamenang), menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para ahli gizi atas kontribusi mereka dalam membangun generasi masa depan.
“Ini adalah bentuk komitmen bersama dalam mempersiapkan generasi muda yang lebih baik. Saat ini Klaten masih berkutat dengan persoalan stunting. Pemerintah Kabupaten Klaten terus berupaya bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan pemenuhan gizi anak-anak tercukupi,” ungkap Bupati Hamenang.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Persagi, pihak sekolah, dan keluarga, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum gerakan bersama untuk mencetak generasi Klaten yang sehat, cerdas, dan berdaya saing global demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
(Dwijonagoro)










