Menderita karena Kehendak Allah

Kontemplasi5 Dilihat

Oleh: Suyito Basuki *)

Apakah kita sedang bersedih karena penderitaan yang tengah kita alami saat ini? Rasul Petrus melalui Surat 1 Petrus 2:19-25 mengingatkan kepada jemaat Kristen yang tersebar atau berdiaspora pada saat itu bahwa penderitaan yang mereka alami adalah sebuah kasih karunia! Kata ‘kasih karunia’ berasal dari bahasa Yunani ‘charis’ yang berarti antara lain: rahmat, sesuatu yang memberikan suka cita, kesenangan, kenikmatan, kemanisan, pesona, dan keindahan.

Mengapa penderitaan dianggap sebagai kasih karunia? Karena untuk itulah orang percaya dipanggil dan supaya mengikuti jejak-Nya. Kata ‘dipanggil’ dalam bahasa Yunaninya adalah ‘kaleo’. Kata ini antara lain menunjukkan arti memanggil dengan lantang, mengucapkan dengan suara keras, mengundang, memanggil dengan menyebut nama.

Jika penderitaan itu karena iman kita, maka kita sudah mengikuti jejak-Nya. Kata ‘mengikuti jejak-Nya’ dalam bahasa Inggris follow His steps. ‘Follow’ berarti mengikuti, ‘His steps’ berarti ‘jejak-jejak kaki’. Dalam bahasa Yunani kata ‘mengikuti’ adalah epakoloutheo yang berarti mengikuti (dekat), mengikuti setelah dan menapaki jejak seseorang. Sedang kata ‘jejak-Nya’ dalam bahasa Yunani adalah ichnos yang berarti jejak kaki, bekas langkah. Dalam Perjanjian Baru, ini sebuah metafora yang berarti meniru contoh seseorang.

Perbuatan yang telah Yesus lakukan yang perlu kita teladani adalah: tidak berbuat dosa (22a), tidak ada tipu tidak ada dalam mulut-Nya (22b). Tidak membalas caci maki dengan caci maki (23a), tdak mengancam saat menderita (23b), menyerahkan kepada Allah Bapa yang berbuat adil (23c), rela memikul dosa kesalahan kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib (24a). Sehingga kita yang telah mati terhadap dosa, hidup dalam kebenaran (24b). Oleh karenanya kita menjadi sembuh oleh bilur-bilur-Nya (24c). Kita yang sesat kembali kepada pemilik hidup kita. (25)

Marilah kita hidup terus mengucap syukur kepada Tuhan atas penderitaan yang kita alami karena iman kita, sebab itu adalah sebuah kasih karunia! Jangan sampai kita menderita akibat kesalahan-kesalahan kita!

*) Penulis tinggal di Ambarawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *